Verifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per Hari

Verifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per HariVerifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per Hari

Verifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per Hari

Verifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per HariVerifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per Hari
Verifikasi Berkas Dibatasi 200 Orang per Hari

Memasuki hari ke dua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Online tingkat SMA SMK

se Kota Bogor, ternyata membuat puluhan panitia di masing masing sekolah cukup merasa kewalahan memverifikasi berkas para pendaftar.

Salah seorang panitia PPDB Online SMA Negeri 2 Kota Bogor Wawan menuturkan, dari sekian banyak pendaftar, pihaknya hanya mampu memverifikasi berkas siswa maksimal 200 berkas. “Kami tidak mau memaksakan kehendak masyarakat untuk memverifikasi berkas berkas siswa. Karena, kami juga butuh menjaga tenaga dan pikiran untuk melaksanakan pekerjaan di hari hari berikutnya. Kami tidak mau memaksakan pekerjaan ini tanpa mengenal waktu, kalau nasib kami seperti Panitia Pemilu, siapa yang mau bertanggungjawab” kata wawan.

Meksi begitu, pihaknya memastikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat

. “Kami minta pengertiannya saja. Karena di hari kedua ini ada 702 berkas yang harus kami verifikasi. Untuk itu mohon pengertiannya dan kesabarannya para pendaftar “ pinta Wawan lagi.

Kesibukan pelayanan para pendaftar itu, bukan hanya di SMA Negeri 2 saja, tetapi, juga di SMA Negeri 6 Kota Bogor. Salah seorang panitia PPDB Online SMA Negeri 6 Hendra mengatakan kalau pihaknya bukan hanya memverifikasi berkas pendaftar yang melalui jalur reguler. Tapi juga berkas calon siswa baru yang masuk melalui jalur prestasi. “Yang masuk ke SMA Negeri 6 dengan menggunakan Jalur prestasi, sangat banyak, kita hari ini saja sudah memverifikasi lebih dari 200 berkas jalur prestrasi, dari berbagai cabang olahraga. Prestasinya bukan saja tingkat regional maupun nasional, tetapi banyak juga prestasinya tingkat Internasional, dan tes jalur prestasi ini akan kita laksanakan pada 24 hingga 26 Juni” kata Hendra.

Ketika ditanya mengenai tim penguji, Hendra menyebutkan ada 30 guru SMA Negeri 6 yang

dilibatkan sebagai penguji, baik penguji japres, maupun reguler. “Jika kekurangan tim penguji, kami akan meminta bantuan kepada cabang olahraga (Cabor) sesuai dengan pretasi yang diujikannya, maupun bantuan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor” katanya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3D5DZ9F