Ujian Ulang Dilakukan Lusa

Ujian Ulang Dilakukan Lusa

Ujian Ulang Dilakukan Lusa

Ujian Ulang Dilakukan Lusa
Ujian Ulang Dilakukan Lusa

Ujian ulang bagi peserta ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama

(SMP)/sederajat tahun 2019 yang terbukti melakukan kecurangan dilakukan pada lusa atau 12 Juni 2019. Secara teknis, akan dilaksanakan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dengan model Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muchlis Rantoni Luddin menyatakan, sepanjang pelaksanaan UN SMP/sederajat tahun 2019, pos pengaduan Irjen menerima 86 laporan dari masyarakat. Namun, setelah ditelusuri dan diperiksa atau diverifikasi di lapangan, hanya 55 kasus yang dapat ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

“Dari 55 kasus ini terbagi dua, yakni ada tiga siswa yang melanggar

pada dua mata pelajaran sekaligus dan ada 52 siswa yang melanggar pada satu mata pelajaran,” ungkap Muchlis seperti dilansir dari Kemdikbud.go.id.

Langkah selanjutnya, tambah Muchlis, pihak yang melakukan kecurangan akan diberi sanksi sesuai bobot kesalahannya. Selain kepada siswa, sanksi juga akan diberikan kepada pengawas, proktor, dan kepala sekolah penyelenggara ujian nasional yang ditemukan praktik kecurangan.

“Untuk pertama kalinya, Kemendikbud memberikan nilai nol bagi peserta didik yang terbukti melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan

(BSNP), Bambang Suryadi menegaskan, ujian ulangan bagi peserta UN yang terbukti melakukan kecurangan dilakukan pada 12 Juni 2019, yang secara teknis dilaksanakan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dengan model Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal ini sesuai dengan prinsip edukatif yang diterapkan dalam penyelenggaraan UN tahun 2019.

“Sebagai salah satu bentuk penerapan sanksi, siswa yang terbukti melakukan kecurangan, nilainya ditangguhkan sampai peserta didik selesai melakukan ujian ulangan. Jadi belum bisa diumumkan saat ini,” tutur Bambang.

Ia menjelaskan, sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) hanya diterbitkan satu kali. Sehingga, bagi peserta yang melakukan pelanggaran, SHUN-nya akan diterbitkan setelah ujian ulangan.

 

Baca Juga :