Proportionate Stratified Random Sampling

  1. Digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen-elemen populasi ke dalam strata. Selanjutnya dari masing-masing strata dipilih sampelnya secara random sesuai proporsinya.
  2. Sampling ini banyak digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda, misalnya, di sekolah ada kls I, kls II, dan kls III. Atau responden dapat dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan perempuan, dll.
  3. Keadaan populasi yang heterogen tidak akan terwakili, bila menggunakan teknik random. Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih menjadi sampel.

Contoh Stratified Random Sampling:

                                                Populasi 900 orang

                                                                                                                                                                  Dibagi tiga

Gr gol.II                                  Gr gol. III                   Gr gol. IV

300 orang                                300 orang                    300 orang

Pilih secara acak          Pilih secara acak     Pilih secara acak

   Untuk 90 orang          Untuk 90 orang        Untuk 90 orang

Disproportionate Stratified Random Sampling

  1. Teknik sampling dimana populasi berstrata tapi kurang proporsional.
  2. Jumlah guru di Kecamatan Ciampea memiliki 1 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 178 orang lulusan S1 dan 156 orang lulusan Diploma. Maka Pengambilan sampel untuk S3 sebanyak 1 orang, S2 sebanyak 4 orang, sedangkan untuk S1 dan Diploma diambil secara proporsional.
  1. Cluster Sampling(Area Sampling/Gugus Sampling)
  2. Elemen-elemen dalam populasi dibagi ke dalam cluster atau kelompok, jika ada beberapa kelompok dengan heterogenitas dalam kelompoknya dan homogenitas antar kelompok. Teknik cluster sering digunakan oleh para peneliti di lapangan yang mungkin wilayahnya luas.
  3. Sampling ini mudah dan murah, tapi tidak efisien dalam hal ketepatan serta tidak umum.
  4. Digunakan jika objek yang akan diteliti sangat luas.
  5. Populasi biasanya dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu.
  6. Anggota gugus/kelompok mungkin tidak homogen

Misalnya akan diambil populasi seluruh guru SD di Kota Bogor. Pengambilan sampelnya dengan cara membagi wilayah Kota Bogor ke dalam enam wilayah, kemudian dari masing-masing kecamatan diambil perwakilannya. Jumlah sampel tiap kecamatan diambil secara proporsional.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/