Penyebab Kemunduran Kerajaan Aceh

1) Setelah Sultan Iskandar Muda wafat, tidak ada raja – raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas. Di bawah Sultan Iskandar Thani, sebagai pengganti Sultan Iskandar Muda, kemunduran itu mulai terasa dan terlebih lagi setelah meninggalnya Sultan Iskandar Thani.

2) Daerah kekuasaannya banyak yang melepaskan diri seperti Johor, Pahang, Perlak, Minangkabau dan Siak.

3. Kesultanan Palembang

A. Sejarah Berdirinya Kesultanan Palembang
Sebelum berdiri Kesultanan Palembang, telah berdiri kerajaan Palembang, dari Kiyai Gede Sedo Ing Lautan hingga Pangeran Sedo Ing Rejek. Saat itu Palembang menjadi wilayah kekuasaan Demak dan Mataram. Pangeran Ario Kesumo mendirikan kesultanan Palembang Darussalam. Sebagai Sultan pertama dia bergelar Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayyidatul Iman, yang memerintah dari tahun 1659 – 1706.

Dalam tahun 1703, beliau menobatkan seorang putranya dari Ratu Agung sebagai Raja Palembang Darussalam yang kedua dengan gelar Sultan Muhammad Mansur Jayo Ing Lago (1706 – 1714). Dalam tahun 1709 Sultan Muhammad Mansur Menobatkan puteranya yang sulung, Raden Abubakar, menjadi Pangeran Ratu Purboyo.

Pada tahun 1813, Sultan Mahmud Badaruddin II kembali ke Palembang, memegang tampuk pemerintahan Kesultanan (1813 – 1821). Saat itu, Sultan Mahmud Badaruddin II menobatkan putra sulungnya menjadi raja dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu (1819 – 1821), kemudian Sultan Mahmud Badaruddin bergelar Susuhunan.

Setelah Sultan Mahmud Badaruddin II diasingkan (1821) beliau digantikan putra sulung Sultan Ahmad Najamuddin II bernama Raden Ahmad dengan gelar Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom (1821 – 1823). Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom juga melakukan perlawanan terhadap Belanda. DIa ditangkap kemudian dibuang ke Banda, lalu ke Manado. Lantaran seringnya para Sultan Palembang melakukan perlawanan, tahun 1825, Belanda akhirnya membubarkan kesultanan Palembang Darussalam.

B. Kehidupan Sosial – Budaya
Struktur penduduk dalam pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam terbagi ke dalam dua golongan, yaitu :
1) Priyayi. Golongan ini merupakan turunan raja – raja (sultan – sultan) atau kaum ningrat.
2) Rakyat. Golongan ini terbagi ke dalam dua kelompok. Pertama Kelompok “miji” atau di daerah pedalaman. Kedua, kelompok “senan”, yaitu golongan rakyat yang lebih rendah dari miji, namun memiliki keistimewaan tersendiri. Maksudnya, kelompok ini tidak boleh dipekerjakan oleh siapapun kecuali hanya untuk sultan. Misalnya membuat atau memperbaiki perahu – perahu dan rumah – rumah sultan atau mendayung perahu untuknya.

POS-POS TERBARU