Penjelasan Mengenai Ijarah

Penjelasan Mengenai Ijarah

Penjelasan Mengenai Ijarah
Penjelasan Mengenai Ijarah

 

Pengertian Ijarah

Secara etimologi ijarah adalah upah sewa yang diberikan kepada seseorang yang telah mengerjakan satu pekerjaan sebagai balasan atas pekerjaannya. Dalam pengertian menggunakan istilah-istilah al-ajr (pahala), ujrah (upah sewa) dan ijarah. Kata ajara-hu digunakan apabila seseorang memberikan imbalan atas pekerjaan orang lain.
Secara terminologi ijarah adalah transaksi atas manfaat dari sesuatu yang telah diketahui, yang mungkin diserahkan dan dibolehkan, dengan imbalan yang juga telah diketahui. Jadi ijarah adalah kontrak antara bank syariah sebagai pihak yang menyewakan barang dan nasabah sebagai penyewa, dengan menentukan biaya sewa yang disepakati oleh pihak bank dan pihak penyewa.
Barang-barang yang dapat disewakan adalah aset tetap (seperti gedung, mesin, peralatan dan kendaraan). Dalam transaksi perbankan, bank membeli aset tetap dari supplier kemudian disewakan kepada nasabah dengan biaya sewa yang tetap hingga jangka waktu tertentu. Bank dapat membeli aset tetap dari supplier yang ditunjuk oleh bank syariah, setelah aset siap dioperasionalkan, maka aset tetap tersebut disewakan kepada pihak nasabah.

Landasan Dasar Hukum Ijarah

1. Al-Qur’an

فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: “Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS.Al-Baqarah:233).

فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ
Artinya: “Jika mereka menyusukan (anak-anakmu) untukmu, maka berikanlah mereka upahnya”. (QS.At-Thalaq:6)

2. As-Sunnah

عَرَقُهُ يَجِفَّ أَنْ قَبْلَ أَجْرَهُ الأَجِيرَ أَعْطُوا
Artinya : “Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih).

Hadis riwayat Abd ar-Razzaq dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.a.w. bersabda:
أَجْرَهُ ا فَلْيُعْلِمْهُ أَجِيْرًا سْتَأْجَرَ مَنِ
Artinya: “Barang siapa mempekerjakan pekerja, beritahukanlah upahnya”.

Macam-macam Ijarah

1. Ijarah ‘ain adalah sewa atas manfaat dari sesuatu yang sudah tentu (secara langsung manfaatnya didapat dari barang yang disewa). Misalnya seseorang disewa langsung untuk mengerjakan suatu pekerjaan (penjahit baju).
2. Ijarah Dzimmah adalah sewa atas manfaat dari sesuatu yang dikuasai seseorang. Misalnya meminta seseorang untuk mengirimkan pekerjanya untuk mengerjakan sesuatu seperti membangun rumah.

Sumber: dutadakwah.org