PENGERTIAN HAID & PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG HAID

PENGERTIAN HAID & PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG HAID

PENGERTIAN HAID

Al-Haidh menurut bahasa ialah : As-Sailan artinya mengalir dari infijaar, terpencar.
“Banjir mengalir dan melimpah ruah”.  Al-Haidh dapat pula berarti Al-Hawdh (Telaga) sebabnya karena air mengalir ke telaga.

Artinya menurut syara’ ialah : Darah yang keluar dari rahim perempuan ketika dia sehat melalui faraj, bukan karena sebab beranak, dan bukan pula karena pecahnya kulit perawan. Waktunya sejak dari perempuan mulai baligh lebih kurang pada usia sembilan tahun, hingga usia berhenti haid. Maka bila seorang perempuan mengeluarkan darah sebelum umur sembilan tahun atau dia mengelurkan darah sesudah usia berhenti haid, maka darah itu bukanlah darah haid, tetapi darah penyakit.
Haid adalah kejadian atau peristiwa yang telah ditetapkan Allah harus terjadi pada putri-putri Adam. Islam mempunyai hukum-hukum tertentu mengenai haid, berlainan dengan hukum-hukum yang dipakai Bani Israil.

Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmizi dari Anas Ra. Perempuan-perempuan Yahudi apabila haid, mereka dipencilkan jauh-jauh dari rumah tempat tinggal mereka, tidak boleh makan minum dan berkumpul bersama-sama keluarga di dalam sebuah rumah. Maka orang-orang Arab Madinah ikut-ikutan dengan cara yang dilakukan kaum Yahudi tersebut, memencilkan perempuan-perempuan mereka yang sedang haid dari tempat makan, minum dan dari tempat mereka bersam ketempat terasing.

PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG HAID

Apabila gadis yang hampir baligh mengeluarkan darah usia 9 sampai dengan 13 tahun, maka sebaiknyalah dia bertanya kepada perempuan dewasa, apakah darah yang keluar itu adalah haid atau bukan. Kalau bukan darah haid, tentulah darah penyakit. Tempat bertanya itu sebaiknya seperti dokter ahli yang dapat dipercaya.

Jika darah itu keluar dari seorang berusia 13 sampai dengan 50tahun, maka sudah pasti itu haid. Tetapi jika keluar dari orang berusia lebih dari 50-70 tahun ke atas, maka sebaiknya dia bertanya atau memeriksakan kepada ahli dan menjalakan nasehatnya. Jika keluar dari orang berusia 70 tahun ke atas, pasti itu bukan darah haid, tetapi darah istihadhah. Begitu pula jika keluar dari gadis kecil berusia dibawah 9 tahun.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/sholat-rawatib/

HANAFI

Apabila gadis-gadis usia 9 tahun telah mengeluarkan darah, maka itulah darah haid. Apabila darah itu keluar, maka dia harus meninggalkan shalat dan puasa. Peristiwa itu akan berulang-ulang secara rutin hingga tiba usia berhenti haid, yaitu kira-kira usia 55 tahun. Apabila perempuan itu keluar darah lagi sesudah usia itu, maka darah itu bukan darah haid, tetapi penyakit. Tetapi jika darah itu keluar sesudah masa berhenti haid (menopause) kelihatan hitam pekat, atau merah menyala, maka itu dikatakan darah haid.

HANBALI

Batas usia berhenti haid ialah umur 50 tahun. Kalau seorang perempuan sesudah usia tersebut mengeluarkan darah, maka itu bukan darah haid.

SYAFI’I

Darah haid mulai keluar dari seorang perempuan sejak ia berusia 9 tahun. Tidak ada batas tertentu bagi usia berhenti haid. Mungkin selama-lamanya, selama hayat masih dikandung badan. Tetapi menurut kebiasaan, haid itu berhenti setelah usia 62 tahun. Maka itulah biasanya usia berhenti haid.