Pengertian Fertilisasi

Pengertian Fertilisasi

Pengertian Fertilisasi

Pengertian Fertilisasi
Pengertian Fertilisasi

Fertilisasi (pembuahan)

merupakan proses peleburan (penggabungan) material genetik dari sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Ada beberapa arti penting dalam fertilisasi ini. Pertama, dalam proses fertilisasi terjadilah persatuan antara sel kelamin jantan yang bersifat haploid dengan sel kelamin betina yang juga bersifat haploid. Bersatunya dua sel yang masing-masing bersifat haploid akan menghasilkan sebuah sel (zygot) yang bersifat diploid kembali. Zygot inilah yang kelak akan tumbuh menjadi individu dewasa. Arti kedua dalam fertilisasi adalah bersatunya kromosom yang berasal dari pihak bapak dengan kromosom dari pihak induk yang kemudian akan berpasangan merupakan sebuah sel zygot tadi. Fertilisasi dapat terjadi secara interna yaitu yang terjadi di dalam oviduct (dalam tubuh induk) atau secara externa yaitu yang terjadi di air (di luar tubuh induk). Selama dalam perjalanannya di dalam saluran reproduksi maka sel kelamin akan mengalami pemasakan. Fertilisasi merupakan proses yang bertahap yaitu:
  • Tahap persiapan yaitu proses pemasakan sel kelamin
  • Tahap penempelan yaitu saat menyentuh selaput telur
  • Tahap penetrasi yaitu proses penyusupan sperma ke dalam sel telur. Penetrasi terjadi setelah membran telur larut karena pengaruh enzim hialuronidase yang dikeluarkan oleh akrosom.
  • Tahap peleburan / penggabungan inti sperma dan inti telur sehingga terbentuk zygotyang diploid (sesuai dengan individu yang mewariskan)
  • Tahap awal perkembangan yang merupakan rangsangan (triger) agar terjadiperkembangan.

Fertilisasi umumnya

bersifat monospermi (satu inti sperma yang membuahi) agar individu yang terbentuk diploid dan selalu dihindari agar tidak bersifat polispermi (lebih dari satu inti sperma yang membuahi). Hal tersebut disebabkan oleh karena pada saat fertilisasi terjadi aktivasi granula cortex di dalam sel telur sehingga  permeabilitas membran telur berubah. Perbedaan permeabilitas membran tersebut menyebabkan sperma lain tidak dapat menembus sel telur. Pada Vertebrata setelah terjadi fertilisasi, ada yang kemudian meletakkan telur di luar tubuh sehingga telur-telur tersebut akan diinkubasikan. Hewan demikian dikatakan bersifat vivipar. Sedangkan pada Vertebrata lain telur yang difertilisasi akan berkembang di dalam tubuh induk (selama masa kehamilan) dan kemudian akan melahirkannya. Kelompok hewan demikian dikatakan bersifat vivipar. Perkembangan di dalam uterus diawali dengan adanya implantasi (penempelan pada dinding uterus) sehingga terjadi kehamilan. Setelah terjadi implantasi, jaringan embrio dan jaringan induk akan membentuk plasenta.

Ada beberapa tipe

fertilisasi pada hewan. Beberapa spesies hewan mengalami pembelahan meiosis dari sel oogonium baru akan terjadi sesudah sperma masuk. Pada spesies lain sperma masuk setelah terjadinya meiosis tahap I tetapi sebelum terjadinya proses pembelahan meiosis tahap II untuk kemudian menggertak terjadinya meiosis tahap II dan ada beberapa mamalia fertilisasi terjadi setelah terbentuknya sel telur secara sempurna.

Spermatozoa

memerlukan waktu beberapa jam untuk mampu mengadakan fertilisasi. Periode yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri dari spermatozoa untuk melakukan fertilisasi disebut sebagai periode kapasitasi.

Oosit dari mamalia

tingkat tinggi biasanya hanya memberi kesempatan bagi satu sel telur saja untuk menembus dinding sel telur. Biasanya zona pellucida hanya memungkinkan satu spermatozoa saja yang masuk untuk dapat mencapai membrana vitellina untuk kemudian tidak memungkinkan lagi untuk tertembus