Pengertian Dan Cabang-Cabang ‘Ulumul Qur’an Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Dan Cabang-Cabang 'Ulumul Qur'an Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Dan Cabang-Cabang ‘Ulumul Qur’an Berdasarkan Para Ahli

Pengertian Dan Cabang-Cabang 'Ulumul Qur'an Berdasarkan Para Ahli
Pengertian Dan Cabang-Cabang ‘Ulumul Qur’an Berdasarkan Para Ahli

Sebagai ilmu yang terdiri dari aneka macam cabang dan macamnya, Ulumul Qur’an tidak lahir sekaligus, Ulumul qur’an berkembang menjadi menjadi suatu disiplin ilmu melalui proses pertubuhan dan perkembangan sesuai dengan kebutuhan dan peluang untuk memahami Al-Qur’an, baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahamannya. Oleh karenanya ada beberapa yang penting yang harus diketahui apabila seseorang yang hendak menafsirkan atau menerjemahkan Al-Qur’an. Ilmu-ilmu Al-Quran intinya terbagi kedalam dua kategori. Pertama ilmu Riyadah, yaitu ilmu-ilmu yang spesialuntuk sanggup diketahui melalui jalan riwayat menyerupai bentuk-bentuk qiraat, tempat-tempat turunnya Al-qur’an dan sebab-sebab turunnya. Kedua, Ilmu dirayah, yaitu ilmu-ilmu yang diketahui melalui jalan perenungan, berfikir dan penyelidikan, menyerupai mengetahui pengertian lafal yang ghaib, makna-makna yang menyangkut hukum, dan penafsiran ayat-ayat yang perlu ditafsirkan.

berdasarkan T.M.Hasbi Ash-Shiddieqy membagi cabang ‘Ulumul Qur’an dengan tujuh belas cabang ilmu Al-Qur’an yang terpokok yaitu :

Ilmu Mawathin al-Nuzul

Ilmu ini membuktikan tempat-tempat turun ayat, masanya, awalnya, dan akhirnya. Di antara kitab yang mengulas ilmu ini yaitu Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an karya Al-Suyuthi.

Ilmu Tawarikh al-Nuzul

Ilmu ini membuktikan masa turun ayat dan urutan turunnya satu persatu, dari permulaan turunnya hingga hasilnya serta urutan turun surah dengan sempurna.

Baca Juga: Ayat Kursi

Ilmu Asbab al-Nuzul

Ilmu ini membuktikan sebab-sebab turun ayat. Di antara kitab yang penting dalam hal ini yaitu kitab Lubab al-Nuqul karya Al-Suyuthi. Namun, perlu diingat bahwa banyak riwayat dalam kitab ini yang tidak sahih.

Ilmu Qiraat

ilmu ini membuktikan bentuk-bentuk bacaan Al-Qur’an yang sudah diterima dari Rasul SAW. Ada sepuluh qiraat yang sah dengan beberapa macam pula yang tidak sah. Tulisan Al-Qur’an yang beredar di Indonesia yaitu berdasarkan qiraat Hafsh, salah satu qiraat yang tujuh. Kitab yang paling baik untuk mempelajari ilmu ini yaitu Al-Nasyr fi al-Qiraat al-‘Asyr karangan

Imam Ibn al-jazari

Ilmu Tajwid Ilmu ini membuktikan cara membaca Al-Qur’an dengan baik. Ilmu ini membuktikan di mana daerah memulai, berhenti, bacaan yang panjang dan yang pendek, dan sebagainya.

Ilmu Gharib al-Quran

Ilmu ini membuktikan makna kata-kata yang ganjil dan tidak terdapat dalam engkaus-engkaus bahasa Arab yang biasa atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu ini berartti membuktikan makna kata-kata yang pelik dan tinggi. Di antara kitab penting dalam ilmu ini yaitu Al-Mufradat li Alfas al-Qur’an al-Karim karangan Al-Raghib al-Ashfahani. Kitab menyerupai ini sangat penting bagi seorang mufassir atau penerjemah Al-Qur’an.

Ilmu I’rab al-Quran

Ilmu ini menerangan baris kata-kata Al-Qur’an dan kedudukannya dalam susunan kalimat. Di antara kitab penting dalam ilmu ini yaitu Imla al-Rahman karangan Abd al-Baqa al-Ukbari.

Ilmu Wujuh wa al-Nazair

Ilmu ini membuktikan kata-kata Al-Qur’an yang mengandung banyak arti dan membuktikan makna yang dimaksud pada daerah tertentu. Ilmu ini sanggup dipelajari dalam kitab Mu’tarak al-Aqran karangan Al-Suyuthi.
Ilmu Ma’rifah al-Muhkam wa al-Mutasyabih Ilmu ini membuktikan ayat-ayat yang dipandang muhkam (jelas maknanya ) dan yang mutasyabih (samar maknanya, perlu ditakwil). Salah satu kitab menyangkut ilmu ini ialah al-Manzumah al-Sakhawiah karangan al-Sakhawi.

Ilmu Nasikh wa al-Mansukh

Ilmu ini membuktikan ayat-ayat yng dianggap mansukh (yang dihapuskan) oleh sebagian para mufassir. Di anatara kitab-kitab yang mengulas hal ini ialah Al-Nasikh wa al-Mansukh karangan bubuk Ja’faral al-Nahhas, Al-Itqan karangan Al-suyuthi, Tarikh Tasyri dan Ushul al-Fiqh karangan Al-Khudhari.