PELAKU-PELAKU EKONOMI

Masyarakat pelaku ekonomi dapat dibagi dalam empat kelompok dan masing-masing mempunyai peranan dan tujuan.

  1. Households atau Rumah Tangga Konsumsi

Peranan RTK dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut:

Sebagai pemilik atau pemasok sumber daya atau faktor produksi yang diperlukan kelompok pelaku ekonomi lainnya.

  1. Bussines atau Rumah Tangga Produksi

Peranan RTP dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut:

Sebagai penghasil atau pemasok barang-barang hasil produksi kelompok masyarakat lainnya.

  1. Government Sector, Rumah Tangga Negara

Peranan RTN dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut:

Sebagai penghasil barang public, sebagai pemakai faktor produksi dari RTK dan dari luar negeri (RTLN).

  1. Foreign Sector, Rumah Tangga Luar Negri

Peranan RTLN dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut: Sebagai penghasil barang dan jasa yang dibutuhkan kelompok pelaku kegiatan ekonomi lainnya, sebagai pemasok faktor produksi yang dibutuhkan kelompok pelaku ekonomi lainnya.

2.3 KEBIJAKSANAAN EKONOMI MAKRO

            Kerangka kerja penawaran dan permintaan agregat menegaskan bahwa di bawah kondisi tertentu, kebijaksanaan ekonomi makro mempunyai peluang untuk meluaskan, atau bahkan memperkecil permintaan.Para pembuat kebijaksanaan memiliki dua kelompok besar alternatif kebijaksanaan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi kehidupan ekonomi.

Kebijaksanaan moneter diatur oleh bank sentral (Federal Reserved System).Instrumen kebijaksanaan moneter adalah perubahan cadangan uang yang beredar, perubahan tingkat suku bunga – tingkat diskonto – di mana Bank Sentral meminjamkan uang kepada Bank Komersial, dan pengawasan terhadap sistem perbankan.Kebijakasanaan  fiskal adalah bidang kewenangan parlemen, dan biasanya diprakarsai oleh lembaga  eksekutif. Instrumen kebijaksanaan fiskal adalah tarif pajak dan besarnya tingkat pengeluaran pemerintah.

            Satu dari kenyataan pokok kebijaksanaan adalah bahwa pengaruh kebijaksanaan moneter dan fiskal terhadap perekonomian tidak sepenuhnya dapat diramalkan, baik yang berkaitan dengan waktu maupun tingkat pengaruhnya terhadap permintaan dan penawaran.Kedua aspek ketidakpastian ini merupakan inti dari masalah kebijaksanaan stabilisasi. Kebijaksanaan stabilisasi adalah kebijaksanaan moneter dan fiskal yang dirancang untuk memperlunak fluktuasi perekonomian  –  terutama  fluktuasi pada laju pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat pengangguran.

baca juga :