Menilai Kelangsungan Hidup (Going Concern)

Menilai Kelangsungan Hidup (Going Concern)

Menilai Kelangsungan Hidup (Going Concern)

Menilai Kelangsungan Hidup (Going Concern)
Menilai Kelangsungan Hidup (Going Concern)
Auditor umumnya menilai apakah terdapat kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya berdasarkan hasil pelaksanaan prosedur-prosedur audit yang normal baik dalam tahap perencanaan, pengumpulan bukti, maupun penyelesaian audit. Apabila auditor yakin bahwa terdapat kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas, maka ia harus melakukan langkah-langkah berikut: (1) dapatkan informasi tentang rencana manajemen yang ditujukan untuk mengurangi pengaruh dari kondisi atau kejadian tersebut, dan (2) tentukan kemungkinan rencana tersebut akan dapat diterapkan secara efektif.
Apabila setelah mengevaluasi rencana manajemen, auditor masih berkesimpulan terdapat kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka auditor harus (1) mempertimbangkan kecukupan pengungkapan tentang ketidakmampuan perusahaan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas, dan (2) mencantumkan paragraf penjelasan (di bawah paragraf pendapat) dalam laporan auditor untuk mencerminkan kesimpulannya. Apabila auditor berpendapat bahwa kesangsian bear sudah tidak ada, auditor masih harus mempertimbangkan kebutuhan akan pengungkapan. Beberapa informasi yang perlu diungkapkan meliputi:
  1. Kondisi atau kejadian yang bersangkutan yang telah memunculkan kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya selama periode waktu pantas.
  2. Dampak yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kondisi atau kejadian tersebut.
  3. Evaluasi manajemen mengenai signifikansi kondisi atau kejadian dan faktor-faktor yang bisa mengurangi kesangsian tersebut.
  4. Kemungkinan terhentinya operasi.
  5. Informasi tentang kemungkinan pulihnya kembali keadaan perusahaan klien, atau klasifikasi aktiva yang dicatat atau klasifikasi hutang.

Sumber : https://ekonomija.org/