Membahas Kealpaan

Membahas Kealpaan

Membahas Kealpaan

Membahas Kealpaan

Penyebab kealpaan pada memori jangka panjang pada dasarnya terjadi karena kegagalan pada proses pengodean, penyimpanan dan atau pencarian kembali. Detail dari proses tersebut adalah sebagai berikut.

1. Teori peluruhan (decay theory)

yang memperkirakan jejak fisik informasi akan hilang dengan berjalannya waktu terutama dengan adanya pemahaman baru yang berkaitan dengan jaringan neural (Villareal, 2002). Artinya dengan sendirinya informasi di otak kita akan makin lama akan menghilang bila tidak dipergunakan.

2. Interfensi

yang menyatakan bahwa aktivitas penyimpanan informasi pertama oleh otak menginterfensi/mengganggu atau diganggu oleh proses penyimpanan informasi kedua. Peristiwa interfensi ini disebabkan oleh keserupaan informasi satu dengan yang lainnya yang ingin diingat. Semakin besar tingkat keserupaannya, maka interfensi makin tinggi (Anderson dan Neely, 1996).

3. Ketelitian Pengodean memori

prinsipnya bahwa cara kita mengodekan sebuah informasi ke dalam memori jangka panjang akan mempengaruhi kemampuan pencarian kembali atas informasi tersebut. Semakin detail informasi yang akan kita buat, maka semakin minim kesalahan kita untuk memanggil ulang, dan begitu pula sebaliknya.

4. Memori Rekonstruksi

Proses pencarian informasi (retrevial) dari memori ekplisit, terutama episodik yang tidak akurat. Hal ini terjadi karena kita (secara tidak sadar) mengganti/mongisi informasi yang kosong dengan informasi dari sumber atau kejadian lainnya. Sebagaimana hasil penelitian tentang kesalahan deskripsi responder mahasiswa tentang meledaknya pesawat ulang alik Challengger, oleh Ulric Neisser dan Nicole Harsh, 1993.

5. Memori defensive

Perubahan representasi mental dari pikiran sadar individu disebabkan adanya tekanan dan sebagian besar perhatian difokuskan pada tekanan tersebut Misalnya adalah kejadian trauma. Saat ingatan kita kembali pada saat kejadian traumatik muncul maka (hampir) semua perhatian kita akan tertuju padanya yang menyebabkan proses pengodean informasi baru akan terhalangi.

6. Represi

Dengan kata lain kealpaan yang diinginkan. Maksudnya proses menghidari aktivitas pengingatan secara sadar (disertai motivasi tertentu) terhadap sesuatu yang mencemaskan. Namun khusus jenis ini belum ada bukti atau sangat sulit membuktikan eksperimen proses represi, Holmes, 1990.

baca juga: