Kemenristekdikti Dorong Kampus jadi Pencetak Pengusaha Baru

Kemenristekdikti Dorong Kampus jadi Pencetak Pengusaha Baru

Kemenristekdikti Dorong Kampus jadi Pencetak Pengusaha Baru
Kemenristekdikti Dorong Kampus jadi Pencetak Pengusaha Baru

Kemenristekdikti mendorong kampus menjadi pabrik yang mencetak pengusaha-pengusaha baru

. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia mencapai 3,1 persen dari seluruh penduduknya.

Rasio tersebut sudah melampaui standar internasional yang menetapkan angka 2 persen. Namun, itu semua belum cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

“Indonesia bisa maju kalau jumlah pengusahanya lebih banyak. Itu sebabnya butuh peran perguruan tinggi untuk mencetak entrepreneur baru. Bukan hanya mencetak pencari kerja,” kata Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ismunandar dalam diskusi Pendidikan Kewirausahaan dan Usulan Metode Triangular untuk Pengembangan Kapasitas pada Perguruan Tinggi Indonesia di Gedung Kemenristekdikti, Kamis (20/6).

Dia mengungkapkan, di Singapura, ada 7 persen dari seluruh penduduknya

yang menjadi pengusaha. Malaysia mencapai 5 persen. Di negara-negara kaya lainnya, seperti Jepang dan Amerika Serikat, ada lebih dari 10 persen penduduknya yang menjadi pengusaha.

Di luar negeri, banyak pengusaha yang lahir dari kampus. Bahkan ada banyak mahasiswa yang begitu lulus kuliah, langsung terjun sebagai pengusaha. Contohnya di Babson College, Amerika Serikat. Menurut laporan Financial Times (2015), sebanyak 46 persen dari lulusan program MBA Babson College yang langsung membuka usaha sendiri.

Lalu, sebanyak 34 persen lulusan Stanford’s Graduate School of Business

juga langsung membuka usaha sendiri. Di Harvard Business School, ada 28 persen lulusannya yang langsung berwirausaha. Sementara di MIT Sloan angkanya mencapai 26 persen.

Di Inggris, ada 27 persen dari lulusan Oxford University yang menja

 

Sumber :

https://ruangseni.com/