Jenis-Jenis Feminisme

Jenis-Jenis Feminisme

Jenis-Jenis Feminisme

Jenis-Jenis Feminisme

Feminisme Liberal

Sesuai dengan namanya, feminisme jenis ini menganut pahal liberalisme yaitu mementingkan kebebasan. Mereka menyatakan “semua manusia, laki-laki dan perempuan diciptakan seimbang, serasi dan mestinya tidak terjadi penindasan antara satu dengan lainnya”. Tokoh utama gerakan feminisme liberal ialah Mary Wollstonecraft yang menulis buku berjudul “Vindication of Right of Woman”.


Dalam bukunya ia menyebutkan bahwa pria dan wanita mempunyai nalar yang sama, oleh karena harus terjadi persamaan terhadap perlakuan dan hak keduanya. Dalam sejarahnya gerakan feminisme liberal memfokuskan terhadap perjuangan kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki.


Feminisme Marxis “Komunis”

Feminisme Marxis muncul karena menganggap bahwa ketertinggalan perempuan disebabkan karena kapitalisme dalam sebuah negara. Kapitalisme sendiri ialah paham yang menyatakan individu dapat memperkaya dirinya sebanyak mungkin.


Kaum Feminisme Marxisme memandang hal ini sebagai ketidakadilan bagi perempuan. Mereka beranggapan bahwa laki-laki mengontrol program produksi, sehingga mereka memiliki kedudukan lebih tinggi dalam masyarakat. Karena kedudukannya lebih tinggi, kaum laki-laki sering menindas perempuan yang secara “lebih lemah”. tujuan utama feminis marxis ialah menghapuskan sistem kapitalis.


Feminisme Sosialis

Feminisme Sosialis muncul karena kritik terhadap feminisme marxis. Kaum Feminisme Sosialis menganggap bahwa kapitalisme bukanlah pusat dari permasalahan rendahnya kedudukan sosial wanita, alasannya. “Bahkan sebelum kapitalisme muncul, kedudukan wanita sudah dianggap lebih rendah”. Tujuan utama feminisme sosialis ialah untuk mengapuskan sistem kepemilikan dalam struktur sosial. Contohnya mereka tidak setuju dengan hukum yang melegalisir kepemilikan pria atas harta dalam sebuah perkawinan.


Feminisme Radikal

Paham ini muncul pada pertengahan abad 19 yang menawarkan ideologi ” perjuangan Separatisme Perempuan”, dalam hal ini mereka menuntut kesamaan kedudukan perempuan dengan laki-laki dalam setiap struktur sosial, contohnya dalam keluarga.


Feminisme radikal lebih berfokus memperjuang hak perempuan dalam aspek biologis “nature”, tetapi dalam perkembangannya feminisme ini menjadi ekstrim, mereka mulai memusatkan perhatian hanya kepada perempuan. Laki-laki dianggap tidak memberikan kontribusi mulai muncul anggapan bahwa perempuan harusnya dapat melakukan apapun sesuai kehendak mereka.


Feminisme Anarkis

Feminisme anarkis juga merupakan salah satu paham feminisme ekstrim. Mereka menganggap bahwa negara dan laki-laki merupakan pusat segala permasalah yang dialami kaum perempuan. Oleh karena itu tujuan feminisme anarkis ialah untuk menghancurkan negra dan kaum lelaki serta mewujudkan mimpi supaya perempuan memegang kekuasaan tertinggi dalam struktur sosial.


Feminisme Post Modern

Feminisme Post modern merupakan feminisme yang mulai terlihat perkembangannya saat ini. Feminisme post modern merupakan gerakan feminisme yang anti dengan sesuatu dengan sifat absolut dan anti dengan otoritas. Tokoh feminisme post modern menghindari adanya suatu kesatuan yang membatasi perbedaan. Artinya kaum feminis boleh menjadi apapun yang mereka inginkan dan tidak ada rumus “feminis yang baik”.


Sumber: https://www.cyberpost.co.id/2020/04/24/magisto-video-editor-apk/