Cara Mensucikan Jiwa Dan Raga Dari Dosa

Cara Mensucikan Jiwa Dan Raga Dari Dosa

Cara Mensucikan Jiwa Dan Raga Dari Dosa

Cara Mensucikan Jiwa Dan Raga Dari Dosa
Cara Mensucikan Jiwa Dan Raga Dari Dosa

Teknik memmembersihkankan jiwa/hati

Tersingkapnya tabir/hijab yang membatasi diri dengan Tuhan, ialah suci membersihkannya diri/jiwa dari segala kotoran-kotoran maksiat lahir dan maksiat bathin.
Menurut Ahli Tarekat, ada 4 dinding/hijab yang membatasi diri dengan Tuhan, tetapi ada 4 jalan pula yang sanggup membuka dinding/hijab itu yang harus ditempuh atas empat tingkat.

Tingkat pertama

Suci dari Najis dan Hadas.
Dalam memmembersihkankan diri dari najis, maka seseorang wajib diberistinja/bersuci dengan air atau tanah.
Dalam mensucikan diri dari Hadas besar (keluar mani) seseorang wajib mandi istilah Syariah dinamakan mandi juhub
Dalam mensucikan diri dari hadats kecil, seorang wajib berwudhu. Tegasnya, seseorang yang hendak menghubungkan diri dengan Tuhan, wajib membersihkan badannya, membersihkan pakaiannya, membersihkan tempatnya, membersihkan lahir dan batin.

Tingkat kedua

Mensucikan diri dari dosa lahir
Ada 7(tujuh) anggota tubuh yang membuat dosa lahir yang disebut dengan maksiat yaitu :
Mulut yang sanggup dusta atau gibah
Mata yang sanggup melihat yang haram
Telinga yang sanggup mendengar dongeng kosong
Hidng yang sanggup menjadikan rasa benci
Tangan yang sanggup merusak
Kaki yang sanggup berjalan berbuat mkasiat

Kemaluan yang sanggup bersyahwat atau berzina termasuk perut yang biasa diisi masakan yang haram
Apabila ketujuh anggota-anggota tubuh tersebut berabadian terus dalam perbuatan-perbuatan yang terlarang atau maksiat, maka hijab (dinding) yang membatasi dirinya dengan Tuhan tetap tidak terbuka. Karena pada asalnya segala anggota tubuh pada insan itu dijadikan oleh Allah ialah nikmat dan amanah bagi manusia. Oleh alasannya ialah itu Imam al-Gazali beropini bahwa memakai nikmat dan amanah Tuhan itu untuk berbuat dosa dan maksiat ialah kejahatan yang terbesar dan kedurhakaan yang terbesar terhadap Tuhan. Bahkan ada yang berpendapat, perbuatan ibarat itu ialah kekufuran besar. Karena itulah :

Mata baiknya dipakai untuk memandang alam ini sebagai nikmat dan bukti adanya Tuhan.
Telinga dipakai untuk mendengarkan nasehat-nasehat yang baik untuk mendapatkan pengertian agama
Mulut untuk mengucapkan zikir, istighfar, atau membaca Al-Qur’an
Tangan dipakai untuk membuat jasa-jasa yang baik buat orang lain dan masyarakat
Kaki untuk berjalan mencari rezki yang halal, berjalan untuk mengerjakan ibadah
Kemaluan untuk membuat turunan melalui nikah dan perut diisi dengan masakan yang halal
Oleh alasannya ialah itu seseorang sebelum meperhubungkan diri dengan Tuhan, maka ia perlu berwudhu, alasannya ialah

hakekat berwudhu itu berdasarkan sabda Rasulullah saw :
“Apabila berwudhu seorang hamba yang muslim kemudian berkumur-kumur, maka keluarlah dari padanya mulutnya segala kesalahan, Apabila mengisap-isap kehidungnya maka keluarlah dari hidungnya segala kesalahan, Apabila membasuh mukanya maka keluarlah dari mukanya segala kesalahan. Apabila membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari tangannya kesalahan, Apabila membasuh kakinya maka keluarlah kesalahan dari kakinya, Apabila ia membasuh dan menyapu kepalanya, pasti keluarlah segala kesalahan daripada kepala hingga ketelinganya. Kemudian ialah dari perjalanannya ke masjid dan sholat itu sunat baginya”.

Baca Juga: