Tips/Cara Menghemat Baterai Xiaomi

1. Gunakan ROM Resmi Xiaomi

Sudah bukan menjadi rahasia umum jika kebanyakan smartphone Xiaomi yang dijual di Tanah Air, dibawa oleh distributor yang tak resmi, sehingga ROM yang terpasang di dalam smartphone hampir semuanya bisa dikatakan abal-abal dan hanya beberapa penjual saja yang menginstall ROM resmi.
ROM distributor abal-abal ini disinyalir menjadi suatu penyebab atau biang kerok dalam borosnya konsumsi baterai di smartphone Xiaomi. Karena memang, ROM distributor berpotensi menyimpan begitu banyak bug dan ditambah dengan adware yang berseliweran di mana saja.
Cara yang paling ampuh nan efektif ialah pindah ke ROM resmi milik Xiaomi. Selain minimal akan bug, dengan menggunakan yang resmi juga bisa memperoleh update secara berkala dari Xiaomi.

2. Mengaktifkan Mode Auto Close Application

Salah satu kelebihan dari ROM MIUI yakni dengan adanya atau tersedia fitur command center yang di dalamnya memiliki kemampuan dalam melakukan pindaian terhadap virus, mengatur koneksi internet, mengatur profil baterai, bisa memblokir pesan dan panggilan keluar masuk, izin dari aplikasi dan pemindai file-file sampah.
Nah, fitur yang akan dimaksimalkan yang pertama kali ialah profil baterai. Cara melakukannya, seperti :
  1. Klik keamanan (security)
  2. Pilih baterai (battery)
  3. Pilih profile atau setting
  4. Pada bagian bersihkan cache saat perangkat dikunci (clear cache when device is locked), atur menjadi 1 menit
  5. Untuk pengaturan atau opsi lain tinggal disesuaikan
Dengan memanfaatkan fitur auto close application ini, maka smartphone Xiaomi akan melakukan pembersihan memori atau RAM secara otomatis, apabila layar smartphone mati selama 1 menit.
Tentunya dengan ini, smartphone tak akan memakan daya karena cache di smartphone sudah terbuang saat smartphone mati setelah 1 menit kemudian.

3. Atur Tombol Back sebagai Kill Application

Mengatur tombol back menjadi tombol close application kelihatannya memang terdengar begitu sepele, namun berdasar pengalaman ternyata cukup efektif dalam menghemat konsumsi baterai di smartphone Xiaomi.
Trik ini bisa digunakan untuk menutup aplikasi yang hanya dipakai sesekali saja atau yang memang benar-benar jarang digunakan. Cara untuk mengaktifkannya, yakni :
  1. Masuk ke pengaturan (settings)
  2. Pilih setelan tambahan (additional settings)
  3. Klik tombol (buttons)
  4. Pada opsi long press navigation buttons, klik tombol kembali (back) dan pilih tutup aplikasi terkini (close current application)
Dengan demikian, setiap kali Anda selesai menggunakan aplikasi atau bermain game yang di lain waktu jarang dipergunakan, cukup menekan tombol back dan tahan selama beberapa detik, secara otomatis, aplikasi tersebut akan tertutup dengan sendirinya.

4. Biasakan untuk Charge dalam Kondisi Mati

Salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia apabila memiliki smartphone, apabila sedang di-charge pasti sembari digunakan atau masih dalam keadaan menyala.
Hal ini terjadi apabila si pengguna memang sangat penting terhadap smartphone-nya, seperti sedang dalam keadaan :
  • Partner bisnis
  • Komunikasi melalui chatting
  • Bermain game yang tak ingin dimatikan smartphone-nya
Dijamin pasti semua yang memiliki smartphone pernah melakukan hal seperti ini, bahkan Admin sendiri juga pernah atau malah lebih condong ke arah sering.
Padahal, apabila kamu charging smartphone sembari dengan memainkannya, pengisian daya yang dilakukan dan disalurkan tidak akan maksimal, justru bisa membuat smartphone menjadi lebih panas.
Alangkah baiknya cobalah untuk mematikan smartphone sejenak, walau itu memang sibuk cobalah sejenak untuk tidak memegang smartphone, sehingga daya baterai yang diisi menjadi lebih maksimal.

5. Mengaktifkan Mode Extrem Power Saving

Mode ekstrim power saving ini pada aslinya disembunyikan oleh pihak Xiaomi. Entah mengapa pihak pengembangnya menyembunyikan, mungkin bisa jadi karena fitur ini hanya diperuntukkan untuk pengguna Xiaomi yang sudah benar-benar paham dan benar-benar butuh.
Dengan melakukan sedikit trik, kamu bisa memunculkan mode yang satu ini dengan cara :
  1. Masuk ke bagian pengaturan (settings)
  2. Klik baterai (battery)
  3. Klik kelola penggunaan aplikasi baterai (manage apps battery usage)
  4. Tap beberapa kali pada tulisan hidup (on) pada bagian power saving modes
  5. Maka, nantinya akan muncul tulisan baru ultimate dan bisa dipilih mode tersebut
Karena ini merupakan mode ekstrim, jadi, kemungkinan besar beberapa aplikasi media sosial yang berjalan di belakang layar seperti :
  • BBM
  • Facebook
  • Instagram
  • Line
  • Path
  • WhatsApp
  • dan lain sebagainya
Kemungkinan beberapa aplikasi di atas akan berhenti untuk memberikan notifikasi, sehingga Anda sebagai pengguna harus membuka aplikasi tersebut secara manual.
Tidak hanya itu saja, kebergunaan dari mode ekstrim ini juga diperuntukkan bagi Anda yang memang sedang jauh dari colokan atau bahkan lupa untuk membawa powerbank namun ingin tetap menerima atau melakukan panggilan, melakukan komunikasi atau bahkan hanya iseng-iseng membuka media sosial.

6. Selektif dalam Memilih Aplikasi

Hal ini menjadi kebiasaan para pengguna Android yang cukup sulit untuk dihilangkan, terlebih jika Android itu bersifat open-source, alhasil banyak pengguna Android yang melakukan instalasi terhadap begitu banyak aplikasi.
Dengan mempunyai banyak aplikasi memang bisa mempermudah penggunaan dan terasa akan lebih menyenangkan. Namun, tahukah Anda jika ternyata memasang terlalu banyak aplikasi bisa mempengaruhi daya dari baterai?
Semakin banyak aplikasi yang dimiliki pada smartphone, maka kian besar juga beban yang dipikul oleh baterai. Bahkan, aplikasi seperti game HD yang super berat, beberapa macam aplikasi chatting dan media sosial, sebenarnya sudah menguras baterai Xiaomi.
Solusi agar baterai Xiaomi tidak boros ialah untuk tetap selektif dalam memilih aplikasi, cukup pilih yang sesuai dan yang diperlukan saja untuk bisa mengurangi beban dari smartphone Xiaomi.

7. Mengatur Tingkat Kecerahan Layar

Cara menghemat baterai Xiaomi yang lain salah satunya juga bisa dilakukan dengan cara mengatur tingkat kecerahan layar smartphone.
Kecerahan atau brightness smartphone amat sangat mempengaruhi daya baterai itu sendiri. Kian cerah layar maka kian cepat menguras baterai karena daya yang dibutuhkan juga semakin banyak.
Maka dari itu, Anda harus mengatur kecerahan layar, selain bisa menghemat penggunaan baterai smartphone, layar yang terlampau cerah juga ternyata tak baik untuk mata.

8. Bersihkan File Cache

Untuk daya baterai yang jauh lebih hemat lagi, membersihkan file-file sampah ternyata juga sangatlah berpengaruh. Rajin dalam membersihkan file sampah, seperti halnya cache, riwayat penelusuran, hingga file yang tak berguna lainnya, paling tidak dijadwal 1 minggu sekali.
Cara untuk membersihkan, Anda bisa dengan mudah memilih pengaturan dan mencari aplikasi keamanan seperti yang sudah dimiliki Xiaomi atau bisa juga dengan menguduh aplikasi cleaner yang lain di Google Play Store.

9. Menonaktifkan Fitur Bluetooth, GPS dan WiFi

Setiap smartphone pastinya dibekali dengan fitur yang namanya konektivitas, seperti Bluetooth, GPS, hingga WiFi. Dengan tetap tersambung, bisa memudahkan Anda untuk saling berbagi satu sama lain.
Akan tetapi, apabila memang tidak lagi dipergunakan, alangkah baiknya untuk dimatikan saja, karena memang ini menyita daya baterai yang terlalu tinggi, terlebih saat mencari jaringan, maka smartphone akan mudah panas dan menguras banyak baterai.
Dengan menonaktifkan fitur tersebut, maka smartphone tak akan mencari jaringan yang diperlukan saat sedang tidak digunakan. Aktifkan saat diperlukan saja agar fitur tersebut juga bekerja sesuai dengan apa yang Anda perintahkan atau perlakukan.

10. Aktifkan Mode Hening (Silent Mode)

Sekilas memang terlihat sangat sepele mengenai poin yang ke-10 dalam rangka cara menghemat baterai Xiaomi. Akan tetapi, ternyata dengan menggunakan silent mode cukup efektif untuk membantu mempertahankan daya baterai.
Daripada harus mengaktifkan mode getar, apalagi mode yang bersuara, alangkah baiknya cukup gunakan silent mode. Karena pada dasarnya, akun media sosial atau aplikasi chatting akan tetap selalu berjalan walau sedang dimatikan, maka alangkah baiknya gunakan silent mode saja untuk menghematnya.
Jika dalam mode getar, bayangkan saja jika notifikasi media sosial atau layanan chatting yang terlampau banyak, pasti akan getar dan ujung-ujungnya smartphone Xiaomi milik Anda akan panas seketika. Cobalah ubah mode getar tersebut ke silent mode.
Jika mengaktifkan silent mode, Anda tak akan terganggu dengan banyaknya notifikasi jika memang Anda adalah sosok penggiat media sosial ataupun chatting. Dengan begitu, bisa ramah akan baterai smartphone Xiaomi dan jauh lebih hemat.

11. Sering Gunakan WiFi

Salah satu kelebihan jika Anda sering berada dalam jangkauan WiFi ialah mampu menghemat konsumsi dari baterai dan di sisi lain juga bisa menghemat kuota.
Sudah bukan lagi rahasia umum apabila sinyal dari operator di Indonesia ini seringkali tidak stabil, kadang-kadang naik, kadang-kadang juga turun, karena mungkin faktor terbesarnya adalah geografis Indonesia di mana banyak yang menghambat lajur sinyal.
Apabila smartphone Xiaomi milik Anda dipaksa untuk mencari jaringan secara terus-menerus, maka smartphone akan cepat panas karena berusaha untuk mencari jaringan. Coba saja jika tidak percaya!

12. Ganti dengan Baterai Baru

Yang namanya barang elektronik, jika lama-kelamaan digunakan tentu akan mengalami suatu bentuk penurunan kualitas, tidak ada yang bisa tahan seperti semula bak awal pembelian barang tersebut.
Jika masa penggunaan baterai smartphone Xiaomi milik kamu sudah lama, sekalipun dilakukan charging penuh namun tetap saja dirasa masih boros, ada baiknya untuk Anda coba lakukan penggantian baterai.
Ingat, beli baterai original!
Jangan mudah tergiur dengan baterai yang memiliki harga murah. Sebagai informasi tambahan saja, jika usia baterai itu dihitung berdasar dari berapa kali kamu melakukan charge, istilahnya life circle.
Jadi, bukan dari berapa lama, melainkan berapa kali. Maka dari itu, sangat tidak dianjurkan apabila sedang dalam proses charging, sembari dengan memainkan ponsel Xiaomi.
Karena apa? Selain bisa mengurangi usia baterai, juga ternyata memaksa kinerja dari processor yang nantinya bisa berdampak terjadi peningkatan suhu di beberapa komponen lain di perangkat smartphone Anda.