Aksiologi Filsafat Dakwah

Aksiologi Filsafat Dakwah

Aksiologi Filsafat Dakwah

Aksiologi Filsafat Dakwah

Istilah dari Axiology berasal dari

kata axios dan logosAxsios artinya nilai atau sesuatu yang berharga, logos artinya akal, teori. Axiology artinya teori nilai, penyelidikan  mengenai kodrat. Kriteria dan status metafisik dari nilai. Dalam pemikiran filsafat Yunani studi mengenai nilai ini mengedepan dalam pemikiran Plato mengenai ide tentang kebaikan, atau yang lebih dikenal dengan Summum Bonum (kebaikan tertinggi) Jujun S. Suriasumantri berpendapat bahwa aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

Menurut penulis aksiologi filsafat dakwah adalah kajian tentang hakikat nilai ilmu dakwah yang memiliki unsur baik yang bermanfaat dalam kehidupan

Aksiologi memuat pemikiran tentang masalah nilai-nilai termasuk nilai-nilai tinggi dari Tuhan. Misalnya, nilai moral, nilai agama dan nilai keindahan. Aksiologi ini juga mengandung pengertian lebih luas daripada etika atau higher values of life (nilai-nilai kehidupan yang bertaraf tinggi). Dilihat dari jenisnya, paling tidak terdapat dua bagian umum dari aksiolgi, yaitu:

  1. Etika.

Etika adalah kajian tentang mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk, serta apa ukuran yang digunakan di dalam menentukan baik dan burukMakna etika dipakai dalam dua bentuk arti, pertama, etika merupakan suatu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan-perbuatan manusia. Kedua, merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia lain.

  1. Estetika.

Estetika adalah mempelajari tentang hakikat keindahan di dalam seni. Estetika merupakan cabang filsafat yang mengkaji hakikat indah dan buruk. Estetika membantu mengarahkan dalam membentuk suatu persepsi yang baik dari suatu pengetahuan ilmiah agar ia dapat dengan mudah dipahami oleh khalayak luas. Estetika juga berkaitan dengan kualitas dan pembentukan mode-mode yang estetis dari suatu pengetahuan ilmiah itu.

Aksiologi memberikan manfaat untuk mengantisipasi perkembangan kehidupan manusia yang negatif sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi tetap berjalan pada jalur kemanusiaan. Oleh karena itu daya kerja aksiologi ialah:

  1. Menjaga dan memberi arah agar proses keilmuan dapat menemukan kebenaran yang hakiki, maka prilaku keilmuan perlu dilakukan dengan penuh kejujuran dan tidak berorientasi pada kepentingan langsung.
  2. Dalam pemilihan objek penelahaan dapat dilakukan secara etis yang tidak mengubah kodrat manusia, tidak merendahkan martabat manusia, tidak mencampuri masalah kehidupan dan netral dari nilai-nilai yang bersifat dogmatik, arogansi kekuasaan dan kepentingan politik.
  3. Pengembangan pengetahuan diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup yang memperhatikan kodrat dan martabat manusia serta keseimbangan, kelestarian alam lewat pemanfaatan ilmu dan temuan-temuan universal

Tujuan dasar ilmu menurut beberapa ahli tidak selalu sama. Seperti dikutip Muslim A Kadir, Fred Kerlinger berpendapat bahwa tujuan dasar ilmu hanyalah menjelaskan realitas (gejala yang ada), bagi Bronowsky, tujuan ilmu adalah menemukan yang benar, sedangkan menurut Mario Bunge, tujuan ilmu lebih dari sekadar menemukan kebenaran.

Tujuan dasar ilmu dakwah, dengan merujuk pada beberapa ayat al-Quran yang relevan, adalah untuk:

1)      Menjelaskan realitas dakwah sebagai suatu kebenaran.

2)      Mendekatkan diri kepada Allah sebagai kebenaran.

3)      Merealisasikan kesejahteraan untuk seluruh alam (Rahmat li al-Alamin).


Baca Juga :