4 Hewan-Hewan yang Telah Dijanjikan Sebagai Penghuni Surga (part 1)

4 Hewan-Hewan yang Telah Dijanjikan Sebagai Penghuni Surga (part 1)

4 Hewan-Hewan yang Telah Dijanjikan Sebagai Penghuni Surga (part 1)
4 Hewan-Hewan yang Telah Dijanjikan Sebagai Penghuni Surga (part 1)

1. Untanya Nabi Muhammad SAW

Saat itu kami bersama Nabi besar Muhammad SAW tengah berada dalam sebuah peperangan. Tiba-tiba datang seekor unta mendekati beliau, lalu unta tersebut berbicara.
“Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan (pemilik unta tersebut) telah memanfaatkan tenagaku dari semenjak muda hinga usiaku telah tua seperti sekarang ini. Kini ia malah hendak menyembelihku. Aku berlindung kepadamu dari keinginan si fulan yang hendak menyembelihku.”
Setelah mendengar pengaduan sang unta, kemudian Rasulullah SAW memanggil sang pemilik unta dan hendak membeli unta tersebut dari pemiliknya. Orang itu malah memberikan unta tersebut kepada beliau. Unta itu pun dibebaskan oleh Nabi kami Muhammad SAW. Juga ketika kami tengah bersama Muhammad SAW, tiba-tiba datang seorang Arab pedalaman sambil menuntun untanya. Arab baduy tersebut meminta perlindungan karena tangannya hendak dipotong, akibat kesaksian palsu beberapa orang yang berkata bohong. Kemudian unta itu berbicara dengan Nabi kami Muhammad SAW.
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang ini tidak bersalah. Para saksi inilah yang telah memberikan pengakuan palsu karena mereka telah dipaksa. Sebenarnya pencuriku adalah seorang Yahudi.”

2. Untanya Nabi Saleh

Dikisahkan bahwa Nabi di tantang kaum tsamud untuk menunjukkan mukjizat sebagai tanda kenabiannya. Salah seorang Kaum Tsamud berkata: “Coba kamu keluarkan seekor unta dari batu besar itu,” katanya sambil menunjuk ke arah sebuah batu besar sambil tersenyum sinis. Mereka juga telah menerangkan sifat-sifat unta yang dikehendaki. Kaum Tsamud cukup yakin bahwa Nabi Saleh tidak mampu memenuhi permintaan mereka itu. Sebaliknya Nabi Saleh menjawab dengan tenang.
“Baiklah, jika aku dapat memenuhi permintaan kalian, apakah kamu akan beriman kepada Allah dan menerima ajaranku? Apakah kamu akan mengaku bahwa aku adalah utusan Allah?”

“Baiklah, kami akan beriman kepada Allah dan akan menerima segala ajaran kamu,” jawab mereka.
Lantas nabi Shaleh menunaikan solat kemudian berdoa kepada Allah agar mengabulkan permintaannya seperti yang dituntut oleh kaum Tsamud. Allah Maha Berkuasa. Dengan sekejap mata Allah telah mengkabulkan doa Nabi Saleh. Batu besar yang ditunjuk tadi telah terbelah, Lalu keluarlah seekor unta betina yang besar dan luar biasa indahnya. Unta itu mempunyai semua sifat yang disebutkan oleh kaum Tsamud yaitu gemuk, sehat dan bagus sekali. Unta itu juga mempunyai air susu yang tidak ada habis-habisnya. Sehingga tercenganglah semua kaum Tsamud yang melihat kejadian itu. Sebagian daripada mereka mulai mengakui kenabian Nabi Saleh. Salah satunya adalah seorang pemimpin kaum Tsamud yang bernama Junda bin Amru. Akan tetapi, sebagian yang lain masih enggan beriman. Sebagai balasanya Allah menurunkan azab kepada kaum Tsamud.

Baca Juga: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-ayat-kursi-beserta-terjemahan-dan-keutamaannya-lengkap/

3. Ikan Yang Memakan Nabi Yunus

Suatu ketika Nabi Yunus AS menaiki kapal yang dipenuhi penumpang dan muatan. Ketika mereka berada di tengah-tengah lautan kapal itu miring dan hampir tenggelam karena kelebihan muatan. Pada saat itu mereka harus mengambil keputusan antara tetap berada di kapal semuanya dengan resiko mengalami kebinasaan; atau mengurangi muatan (barang) agar kapal itu menjadi ringan dan menyelamatkan sisanya. Namun pada akhirnya mereka memilih jalan yang terakhir setelah menemui kesepakatan di antara mereka. Kemudian mereka melakukan pengundian dan sejumlah penumpang terkena undian tersebut termasuk di antaranya Nabi Yunus AS, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
“ kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian.” (Ash-Shaffat: 141).
Nabi Yunus kemudian dilempar kelaut dan ditelan seekor ikan besar akan tetapi ikan tersebut tidak sampai mematahkan tulangnya dan merobek dagingnya. Ketika Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan, maka dalam keadaan gelap (dalam perut ikan) ia berkata.
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 87).

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada ikan itu supaya memuntahkan Nabi Yunus AS di daerah yang tandus. Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan tersebut bagaikan anak burung yang baru keluar dari telur (baru menetas) karena saking lemahnya. Kemudian Allah Ta’ala mengasihinya dan menumbuhkan sebuah pohon dari jenis pohon labu baginya, dimana pohon itu meneduhinya, sehingga ia kuat kembali. Lalu Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus AS supaya kembali ke pada kaumnya yang tidak mau beriman kepada Allah SWT, agar ia mengajari dan menyeru mereka. penduduk negeri itu memenuhi seruannya yaitu beriman kepada Allah SWT, sehingga Kami karuniakan kepada mereka kenikmatan hidup dalam batas waktu tertentu.

4. Anjingya Ashabul Kahfi

Anjing ini setia menemani dan menjaga ke tujuh pemuda ashabul kahfi yang “ditidurkan” Allah selama lebih dari 300 tahun. Anjing itu sudah mati ketika ketujuh pemuda itu bangun dari tidur. Menurut salah satu riwayat bahwa anjing tersebut berwarna kuning, di surga bentuknya berubah menjadi kambing gibas. Ia bernama Qithmir, ada yang mengatakan bernama Tawarum dan ada yang mengatakan bernama Huban.