Mental Judo Jawa Barat Drop

Jam Terbang Atlet Umumnya Lemah

FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
SERANG LAWAN: Atlet paralimpik Judo asal Jabar Bayu Pratama (putih) saat melawan atlet paralimpik asal Sumatra Selatan Abdul Hapid (biru) pada pertandingan semi final kelas -66 kilogram di Gor Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (18/10).

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Jawa Barat Jabar hanya mampu meraih 2 medali emas dan 3 perak pada hari kedua cabang olahraga judo Peparnas XV/2016. Kondisi ini berbeda dengan hari sebelumnya yang mampu melakukan sapu bersih 4 medali emas.

peparnas2016Pelatih Judo Jabar Budi Hidayat menegaskan, anak-anak asuhnya masih memiliki kekurangan jam terbang. Terutama dalam hal mental bertanding.

”Secara teknik sudah tidak ada masalah, namun mental bertanding anak-anak masih perlu ditingkatkan,” ujar Budi di GOR Pajajaran, kemarin (18/10).

Terkait dengan target, menurut Budi target pribadi 8 emas masih bisa terkejar. Sebab, masih ada 3 nomoer lagi yang akan dipertandingkan hari ini. ”Saya optimistis, anak-anak bisa tampil lebih maksimal dan meraih medali emas di 3 kelas terakhir,” tuturnya.

Sementara itu, baru mengenal olahraga judo 3 bulan terakhir, Junifor Batee sukses meraih medali emas.

Junifor mengaku, persiapan yang dilakukannya sangat minim. Dalam dua bulan latihan hanya dilakukan 1 kali dalam seminggu. ”Itu semuanya berkah dan karunia tuhan,” ujar Junifor.

Dalam proses latihan kata Junifor, sang pelatih menggemblengnya dengan keras. ”Kita digenjot terus latihan dengan keras, bahkan sampai sakit-sakit. Tapi pelatih terus memberikan motivasi dan arahan sehingga bisa seperti ini”, ujarnya.

Atas prestasi yang diukir oleh atlet NPC Sumut,  Junifor berharap  ke depan pemerintah, khususnya Sumatera Utara bisa lebih memperhatikan atlet-atlet difabel.

Sebelumnya, Rafli Ahnaf Shidqi merasakan prestasi pertama dalam karirnya di cabang olahraga judo Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016. Atlet judo Jabar berusia 16 tahun itu, tercatat mendapatkan medali emas.

”Tentu senang. Saya berharap suatu hari bisa mewakili Indonesia di ajang internasional seperti ASEAN Para Games,” ujar Rafli.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR