Kematian Ibu dan Anak Mengkhawatirkan

bandungekspres.co.id, CIMAHI – Jumlah angka kematian ibu dan anak setiap tahunnya masih mengalami peningkatan. Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) Jawa Barat drg.Yetti Kusmiati MSc mengungkapkan keprihatinannya.

Menurut dia, tidak hanya ibu dan anak saja tetapi generasi penerus bangsa yang meninggal diusia muda.Hal ini perlu mendapatkan porsi penanganan khusus menuju era Indonesia sehat. Hal ini disampaikan Yetti ketika ditemui di kantor  Pemkot Cimahi, kemarin (17/10) .

Aliansi Pita Putih Indonesia Jawa Barat berobsesi  ingin menekan angka kematian. Caranya menggerakan masyarakat untuk hidup sehat (GERMAS) sesuai dengan Peraturan Meteri Keseahatan. ”Kesehatan adalah hak asasi warga yang perlu diperhatikan,” ucap Yetti kepada wartawan.

”Untuk mendapatkan  pelayanan kesehatan yang aman,bermutu dan terjangkau,” imbuhnya.

Tidak lupa, masyarakat perlu mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan,data dirinya,termasuk tindakan dan pengobatan. Untuk menekan angka kematian dan mempercepat proses penyembuhan, dibutuhkan tindakan pormotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan.

Tidak lupa pemberdayaan dan kemandirian  masyarakat, serta memaksimalkan peran  peran lintas sektoral dan mitra kerja terkait untuk pembangunan kesehatan. Mengenangi penyakit menular yang terus meningkat seperti TBC, Malaria, HIV/Aids dan Zika. Begitu juga dengan penyakit penyakit tidak menular linnya.

Sedangkan Wakil Ketua APPI Jawa Barat Tuti Heriati, SKM mengatakan, pola makan yang tidak sehat juga berisiko terjangkitnya berbagai penyakit tersebut. Sehingga pihaknya berkewajiban melalui gerakan Aliansi Pita Putih Indonesia menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat .

”Dibutuhkan gerakan masyarakat yang masif, massal dan terstruktur untuk mengatasinya,” ungkapnya.

Diakui olehnya, pembiayaan kesehatan semakin mahal. Bahkan tidak terjangkau oleh masyarakat ekonomi kecil. Salah satunya caranya adalah menerapkan hidup sehat bagi masyarakat. Dirinya menyakini, jika hal ini terjadi, maka masalah di bidang kesehatan dapat teratasi. (bun/nit)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR