Ikuti Pola Banana Green Belt

JADI PENYANGGA: Pengelolaan budidaya pisang dinilai bisa menjadi salah satu penopang sumber pendapatan daerah.

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mengembangkan proyek Agriculture dengan nama Banana Green Belt. Program ini digagas karena terkesan dengan Mexico yang berhasil memanfaatkan buah pisang untuk sumber pendapatan negaranya.

Asisten Daerah II Setda Provinsi Jawa Barat Prof Deni Juanda mengatakan, program ini rencanannya akan digulirkan pada 2018 mendatang. Teknis pelaksanaan dilakukan oleh BUMD PT Agro Jabar.

”Lahan milik BUMD sudah siap ditambah lahan miliki masyarakat. Kalau diberdayakan bisa mencapai sepanjang 400 kilometer,” jelas Deni ketika ditemui di Gedung Sate kemarin (1/12)

Menurutnya, budidaya ini akan dikembangkan di wilayah Jabar Selatan sekaligus mendorong potensi pariwisata di kawasan tersebut. Ini juga jadi upaya memacu pertumbuhan baru.

Dirinya mengatakan, program ini adalah ide gubernur Jabar Ahmad Heryawan ketika meninjau hasil pembangunan infrastruktur di jalur selatan. Dia berharap, masyarakat di sana bisa diberdayakan selain program penambahan lahan pertanian di daerah itu.

 

Untuk pengembangan program ini, kata dia, pihaknya sudah meminta kepada Institut Pertanian Bogor untuk melakukan penelitian terhadap tanaman pisang. Dan diputuskan untuk dibudidayakan dua jenis pisang yaitu raja bulu dan papendi

Untuk teknisnya, kata dia, nantinya di setiap 1 kilometer akan ada lahan 4 hektar yang akan ditanam pohon pisang. ”Sekarang  kira kira ada 4 hektar dulu. Nanti nyambung dan diperluas,” ucapnya.

Dia mengatakan, PT Agro Jabar dalam pengembangannnya juga terus melakukan beberapa inovasi dan penelitian bersama IPB. Sehingga tidak hanya dihasilkan pisang mentah tapi juga produk-produk lain.  Terlebih selain menjadi makanan olahan, buah pisang pun bisa dijadikan tepung dan terigu.

”Dari bahan baku pisang ini bisa dibuat berbagai macam produk seperti tepung, obat-obatam, kosmetik pelembab dan lainnya. Target kita mulai di dalam negeri dulu,” pungkas dia. (yan/rie)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR