Gubernur Inginkan PTS Setara Dengan PTN

bandungekspres.co.id, BANDUNG –  Keberadaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) saat ini masih mendominasi keberadaannya di Jawa Barat. Bahkan masih menjadi altenatif pilihan bagi siswa lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebutkan, saat ini sebanyak 97 persen keberadaan perguruan tinggi di Jabar dikelola oleh pihak swasta sedangkan sisanya adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sedangkan 70 persennya mahasiswa berada di PTS.

“Jadi keberadaan PTS di Jabar kan sangat penting sekali bahkan kalau tidak ada PTS Jabar bisa terpuruk,”jelas Heryawan ketika ditemui usai acara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) untuk Wilayah IV A Jawa Barat di Gedung Aptisi Wilayah IV A Jabar, Jl. Cipadung Indah (18/10)

Dirinya menilai, saat ini kondisi PTS pada umumnya cukup baik namun tidak dipungkiri dari banyaknya PTS-PTS di Jabar masih ada PTS yang belum memiliki fasilitas memadai sehingga perlu diberikan penguatan baik campur tangan pemerintah maupun pihak lain.

Menurutnya, penguatan peran pemerintah harus hadir dalam pengembangan PTS sebab bagaimanapun dengan hadirnya PTS negara juga diuntungkan dengan hadirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal terlebih mereka juga tidak sedikit yang berkiprah di pemerintahan.

Untuk itu, melihat kondisi ini diperlukan fokus pengembangan terhadap perguruan tinggi swasta di Indonesia sehingga kedudukan PTS setara dengan PTN.

“Pendidikan harus terus kita perbaiki terutama pada tingkat perguruan tinggi dan Perguruan Tinggi Swasta telah mengambil peran negara begitu besar. Termasuk tingkat APK (Angka Partisipasi Kasar) di Jabar juga bisa naik berkat swasta,” kata Aher.

Sementara itu, Ketua Aptisi Wilayah IV A Jawa Barat sekaligus Ketua Aptisi Pusat, Budi Djatmiko mengungkapkan, saat ini pola pengembangan pendidikan di Indonesia salah dalam strategi, sehingga dunia pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara lain.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR