UNIT USAHA SYARIAH

Kantor-kantor cabang syariah dari bank umum konvensional  pada dasarnya merupakan unit yang mempunyai karakteristik kegiatan usaha yang berbeda, serta mempunyai pencatatan  dan pembukuan yang terpisah dari kantor-kantor konvensionalnya. Oleh karena itu,  dibutuhkan  suatu  unit kerja khusus yang disebut dengan Unit Usaha Syariah (UUS) yang berfungsi  sebagai kantor  induk cabang syariah. Unit tersebut berada di kantor pusat bank dan dipimpin oleh seorang anggota direksi atau pejabat satu tingkat di bawah direksi. Secara umum tugas UUS mencakup :

  1. Mengatur dan mengawasi  seluruh  kegiatan  kantor  cabang  syariah.
  2. Melaksanakan fungsi treasury dalam rangka pengelolaan dan penempatan dana yang bersumberdari kantor-kantor  cabang  syariah.
  3. Menyusun laporan keuangan konsolidasi dari seluruh kantor-kantor cabang syariah.
  4. Melaksanakan tugas penatausahaan laporan keuangan  kantor-kantor  cabang  syariah.

 

  1. SUMBER DAYA MANUSIA

Kegiatan usaha bank secara umum menuntut adanya prolesionalisme yang tinggi guna  mendukung proses pengambilan keputusan dan pengendalian risiko usaha sekecil mungkin.  Sesuai dengan karakteristik kegiatan usahanya, sumber daya manusia perbankan syariah  selain harus mempunyai kemampuan teknis di bidang perbankan, juga dituntut untuk  memiliki pengetahuan mengenai kententuan dan prinsip syariah secara baik, serta memiliki  akhlak dan moral yang  lslami. Akhlak dan moral yang Islami dalam bekerja mempunyai empat ciri pokok yaitu: shiddiq (benar dan jujur), tabligh (mengembangkan lingkungan /bawahan menuju kebaikan), antanah (dapat dipercaya), dan fathonah (kompeten dan profesional).  Keempat ciri pokok tersebut hendaknya dapat menjadi ketentuan umum  yang  bersifat normatif dalarn  penetapan  kualitas sumber daya manusia baik pimpinan maupun pelaksana pada bank syariah.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/