Teori Upah Tenaga Kerja

Teori Upah Tenaga Kerja

Teori Upah Tenaga Kerja

1. Teori Upah Alami

Teori upah alami ( natural wage ) disebut juga dengan teori upah normal. Teori ini dikemukan oleh seorang yang bernama David Ricardo, yang membagi upah menjadi dua macam yaitu upah alami dan upah pasar. Apa perbedaan upah alami dengan upah pasar ??


  • Upah Alami

    Upah yang besarnya bergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran tenaga kerja dipasar, upah alami ini merupakan upah yang dipakai sebagai acuan agar pekerja hidup layak.


  • Upah Pasar

    Adapun sesungguhnya diterima pekerja ialah upah pasar.


Bila upah besar lebih tinggi dari upah alami maka kemakmuran akan meningkat,sehingga angka perkawinan ikut juga meningkat. Angka perkawinan meningkat disebabkan oleh mudahnya tenaga kerja mendapatkan biaya untuk menikah, selanjutnya angka kelahiran pun akan meningkat.


Adapun untuk angka kematian justru manurun, karena meningkatnya kesehatan dan kesejahteraan keluarga, peningkatan kelahiran menyebabkan jumlah tenaga menjadi bertambah sehingga penawaran tenaga kerja pun akan bertambah. Peningkatan atau penambahan penawaran tenaga kerja tersebut mengakibatkan tingkat upah pasar menjadi turun mendekati atau bahkan dibawah upah alami.


Hal ini terjadi karena penawaran tenaga kerja lebih banyak dibanding permintaan tenaga kerja, karena upah menurun, angka perkawinan pun berkurang dan angka kelahiran juga menjadi berkurang. Dan sebaliknya angka kematian justru meningkat, selanjutnya penawaran tenaga kerja menjadi berkurang sehingga berdampak pada meningkatnya upah pasar.


2. Teori Upah Besi

Teori ini telah dikemukakan oleh seorang yang bernama Ferdinand Lasalle, menurutnya upah yang diterima pekerja merupakan upah yang minimal sehingga pengusaha dapat meraih laba yang sebesar-besarnya. Karena pekerja berada dalam posisi yang lemah maka tidak dapat berbuat apa-apa dan terpaksa menerima upah tersebut. Oleh karena itu upah disebut upah besi, selanjutnya untuk memperbaiki kehidupan para pekerja disarnkan agar mendirikan koperasi-koperasi produksi supaya terlepas dari cengkeraman upah besi.


3. Teori Upah Produktivitas Batas Kerja

Teori ini disebut juga “ Marginal Productivity Theory ”. terori yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Clark ini menyatakan bahwa tingkat upah memiliki kecenderungan sama dengan tingkat produktivitas tenaga kerja terakhir yang dibayar yang disebut pekerja batas ( marginal worker ). Itu berarti upah yang diberikan kepada pekerja tidak dapat melebihi tingkat produktivitas batas kerja dari pekerja.


4. Teori Upah Etika

Menurut teori ini, upah yang diberikan kepada pekerja seharusnya sepadan atau seimbang dengan beban pekerjaan yang telah dilakukan pekerja dan mampu membiayai pekerja sehingga hidup dengan layak.


5. Teori Upah Diskriminasi

Teori ini menyatakan bahwa upah yang telah diberikan kepada pada pekerja tidaklah sama, tapi sengaja dibedakan ( diskriminasi ) bagi setiap pekerja, perbedaan upah dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya seperti :

  1. Jenis Kelamin
  2. Ras ( Warna Kulit )
  3. Tingkat pendidikan
  4. Tingkat keterampilan
  5. Jenis pekerjaan

Baca Juga :