Sebab-sebab Adanya Hak Waris

Sebab-sebab Adanya Hak Waris

Sebab-sebab Adanya Hak Waris  

Sebab-sebab Adanya Hak Waris

Sebab-sebab mendapatkan waris

Ada tiga sebab yang menjadikan seseorang mendapatkan hak waris yaitu :

  1. Kerabat  hakiki (yang ada ikatan nasab), seperti kedua orang tua, anak, saudara, paman, dan seterusnya.
  2. Pernikahan, yaitu terjadinya akad nikah secara legal (syar’i) antara seorang laki-laki dan perempuan, sekalipun belum atau tidak terjadi hubungan intim (bersenggama) antara keduanya. Adapun pernikahan yang batil atau rusak, tidak rusak, tidak bisa menjadi sebab untuk mendapatkan hak waris.
  3. Al-Wala, yaitu kekerabatan karena sebab hukum. Disebut juga wala al-‘itqi dan wala an-ni’mah.Penyebabnya adalah kenikmatan pembebasan budak yang dilakukan seseorang. Dalam hal ini, orang yang membebaskannya mendapat kenikmatan berupa kekerabatan (ikatan) yang dinamakan wala al-itqi.Orang yang membebaskan budak berarti telah mengembalikan kebebasan dan jati diri seseorang sebagai sebagai manusia. Oleh karena itu Allah SWT menganugerahkan kepadanya hak mewarisi terhadap budak yang dibebaskan bila budak itu tidak memiliki ahli waris yang hakiki, baik karena ada kekerabatan (nasab) ataupun ada tali pernikahan.

Sama halnya dengan pendapat Muhammad Jawad Mghniyah, yang menyatakan bahwa ada tiga hal yang menyebabkan seseorang menerima warisan : hubungan kekerabatan, perkawinan dengan akad yang sah. Wala(perwalian). Hal ini dapat juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu sabab dan nasab. Nasab adalah hubungan kekerabatan, sedangkan sabab mencakup perkawinan dan perwalian (wala’). Wala  adalah hubungan antara dua orang yang menjadikan kaduanya seakan sudah sedarah sedaging laksana hubungan nasab. Oleh karena itu, apabila ada seseorang yang memerdekakan hambanya, dia menjadimaula dari orang yang dimerdekakannya, dan berhak mewarisinya manakala bekas hambanya tersebut tidak mempunyai seorang pewaris pun.

Adapun golongan ahli waris terbagi menjadi dua golongan yaitu:

  1. Dzu Fadlin

Dzu fadlin artinya yang mempunyai bagian tertentu. Pembagian tertentu menurut Al-Qur’an ada enam:

  1. ½  (setengah), adalah bagian untuk:

1)     Anak perempuan apabila hanya seorang diri, tidak mempunyai saudara.

2)     Anak perempuan dari anak laki-laki (cucu perempuan), apabila hanya seorang diri.

3)     Saudara perempuan yang seibu sebapak atau sebapak saja jika sendirian.

4)     Suami jika tidak ada anak.

  1. ¼ (seperempat), adalah bagian untuk:

1)     Suami, jika ada anak

2)     Istri, baik hanya satu orang, jika tidak ada anak

  1. 1/8 (seperdelapan), adalah bagian untuk:

1)     Istri, apabila ada anak atau anak dari anak laki-laki (cucu).

  1. 1/3 (sepertiga), adalah bagian untuk:

1)     Ibu, apabila orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga

  1. 2/3 (dua pertiga), adalah bagian untuk:

1)     Dua orang anak perempuan (atau lebi), jika mereka tidak mempunyai saudara laki-laki

2)     Dua cucu perempuan atau lebih

3)     Dua saudara perempuan yang sebapak atau lebih

  1. 1/6 (seperenam), adalah bagian untuk:

1)     Ibu jika ada anak atau cucu

2)     Ayah jika ada anak atau cucu laki-laki

3)     Nenek jika tidak ada ibu

4)     Cucu perempuan dari anka laki-laki, jika ada satu anak perempuan

5)     Saudara perempuan seayah jika ada satu saudara perempuan sekandung

6)     Seorang saudara perempuan atau laki-laki seibu jika sendirian

7)     Kakek (bapak dari bapak), apabila beserta anak atau anak dari anak laki-laki, sedangkan bapak tidak ada.

Ahli waris yang mendapat bagian tersebut, dinamakan ahli waris dzu fardlin.

  1. Ashabah

Ashabah ialah orang yang berhak mendapat pusaka dan pembagiannya tidak ditetapkan dalam salah satu enam macam pembagian tersebut diatas. Ahli waris “ashabahmenerima pustaka salah satu diantara dua, yaitu menerima seluruh pusaka atau menerima sisa pustaka. Jika ahli waris dzu fardlin tidak ada, ia menerima seluruh pustaka, tetapi kalau ada dzu fardlin ia menerima sisa pusaka setelah ahli waris dzu fardlin mengambil bagiannya.


Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/