Rencana Kebijakan ‘Full Day School’ akan Dibatalkan

Rencana Kebijakan ‘Full Day School’ akan Dibatalkan

Rencana Kebijakan ‘Full Day School’ akan Dibatalkan

Rencana Kebijakan ‘Full Day School’ akan Dibatalkan
Rencana Kebijakan ‘Full Day School’ akan Dibatalkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan membatalkan rencana kebijakan perpanjangan jam sekolah dasar

dan menengah. Pembatalan ini disambut baik berbagai kalangan.
VOA —

Beragam pandangan muncul sehari setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengumumkan akan memperpanjang jam sekolah dasar dan menengah. Ada yang mendukung, tetapi tidak sedikit pula yang menentangnya.

Mereka yang mendukung mengatakan gagasan kebijakan yang diambil dari sistem pendidikan dasar dan menengah di Finlandia itu akan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas karena sejak awal siswa diberi pendidikan karakter. Tetapi mereka yang menolak rencana kebijakan itu menilai infrastruktur dan luas wilayah Indonesia tidak memungkinkan menerapkan kebijakan seperti Finlandia.

Ketua Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan Misiyah menyayangkan kebijakan

yang diumumkan Muhadjir seminggu setelah dilantik menjadi menteri pendidikan itu.

“Pertama, menurut saya kalau menteri baru seharusnya mempelajari terlebih dahulu Rancangan Pembangunan Nasional RPNJM yang merupakan dasar-dasar kebijakan presiden. Seharusnya ia mengikuti rancangan itu dan tidak membuat kebijakan-kebijakan baru yang bertentangan,” ujarnya.

“Kedua, juga melihat rencana strategis apa yang sudah disusun menteri sebelumnya, baru membuat kajian-kajian lebih lanjut jika ingin membuat kebijakan baru. Jadi seharusnya ia mengenali medanya terlebih dahulu, baru merancang kebijakan baru jika memang ada,” kata Misiyah.

Pemimpin Sekolah Pedalangan Wayang Sasak di Lombok Barat, Abdul Latif Apriaman,

mengatakan sangat terkejut ketika mendengar rencana kebijakan itu.

“Saya kaget ada keputusan oleh menteri yang kinerjanya baru beberapa hari tetapi sudah membuat kebijakan yang mengejutkan. Entah apa dasar kajian akademisnya. Tetapi saya rasa tidak banyak sekolah yang siap. Bagi sekolah-sekolah di Indonesia, apalagi di tempat terpencil seperti sekolah yang saya gagas, kami belum siap,” kata Abdul.
Rencana Kebijakan ‘Full Day School’ akan Dibatalkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan rencana perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah itu berawal dari keinginan mengimplementasikan Nawacita atau agenda prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, Muhadjir ingin mengubah porsi pendidikan di tingkat sekolah dasar menjadi 70 persen pendidikan karakter dan 30 persen pendidikan pengetahuan. Sementara di tingkat sekolah menengah, angka itu diubah menjadi 60 persen pendidikan karakter dan 30 persen pendidikan pengetahuan.

Perpanjangan jam sekolah dinilai akan dapat membantu guru memperoleh tambahan jam mengajar sebagai syarat meraih sertifikasi guru, dan sekaligus memberi lingkungan yang aman bagi siswa.

“Saya ingin sekolah yang menjadi rumah kedua, bukan swalayan atau mal,” katanya kepada wartawan pekan lalu ketika mengumumkan rencana itu.

 

Sumber :

https://www.globalinnovationexchange.org/innovation/livestock