Proses terjadinya kelupaan dalam belajar

Proses terjadinya kelupaan dalam belajar

Proses terjadinya kelupaan dalam belajar

Proses terjadinya kelupaan dalam belajar
Proses terjadinya kelupaan dalam belajar

Daya ingatan kita tidaklah sempurna.Banyak hal-hal yang pernah diketahui, tidak dapat diingat kembali, atau dilupakan. Lupa (Forgetting) adalah hilangnya kemampuan untuk menyebutkan atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari. Menurut Gulo (1982) dan Reber (1988) mendefinisikan lupa sebagai ketidak mampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernah dipelajari atau dialami. Lupa adalah suatu fenomena umum, ia merupakan suatu pengendalian biologis yang membantu kita memertahankan keseimbangan dalam dunia yang dipenuhi oleh rangsangan sensor (Mahmud,H.2005:139) Dengan demikian lupa bukanlah peristiwa hilangnya item informasi dan pengetahuan dari akal kita. Dewasa ini ada empat cara untuk menerangkan proses lupa. Keempatnya tidak saling bertentangan, melainkan saling mengisi :

Apa yang telah kita ingat, disimpan dalam bagian tertentu diotak

Kalau materi yang harus diingat itu tidak pernah digunakan, maka karena proses metabolisme otak, lambat laun jejak materi itu akan terhapus dari otak dan kita tak dapat mengingatnya kembali. Jadi, karena tidak digunakan, materi itu lenyap sendiri.

Mungkin pula materi itu tidak lenyap begitu saja, melainkan mengalami perubahan-perubahan secara sistematis, mengikuti prinsi-prisip sebagai berikut :

1)      Penghalusan

Materi berubah bentunya kearah bentuk yang lebih simetris, lebih halus dan kurang tajam, sehingga bentuknya asli tidak diingat lagi.

2)      Penegasan

Bagian-bagian yang paling menyolok dari suatu hal adalah yang paling mengesankan, dan  karena itu dalam ingatan bagian-bagian ini dipertegas, sehingga yang diingat hanya bagian-bagian yang menyolok ini dan bentuk keseluruan tidak begitu diingat. Misalnya, kita melihat seseorang dengan hidung mancung. Karena terkesan oleh hidungnya, maka dalam mengingat orabg itu kita hanya ingat akan hidungnya, sedangkan bagaimana wajah orang itu sebenarnya tidak kita ingat lagi.

3)      Asimilasi

Bentuk yang mirip botol, misalnya, akan kiata ingat sebagai botol, sekalipun bentuk itu bukan botol sama sekali. Dengan demikian kita hanya ingat akansebuah botol, tetapi tidak ingat bentuk yang asli. Perubahan materi disini disebabkan karena kita cenderunguntuk mencari bentuk yang ideal dan lebih sempurna.

Kalau kita mempelajari hal yang baru, mungkin hal-hal yang sudah kita ingat, tidak dapat kita ingat lagi.

Misalnya, seorang anak menghafal nama kota-kota dijawa barat. Setelah itu ia mengahafal nama kota-kota dijawa tengah. Pada waktu ia sudah menghafal materi kedua, materi pertama sudah lupa lagi. Dengan perkataan lain, materi kedua menghambat dapat diingatnya materi pertama. Hambatan seperti ini disebut hambatan retroaktif. Sebaliknya, mungkin pula materi yang baru kita pelajari tidak dapat masuk dalam ingatan, karena terhambat oleh adanya materi lain yang sudah terlebih dahulu dipelajari. Hambatan seperti ini disebut hambatan proaktif.

Ada kalanya kita melupakan sesuatu. Hal ini disebut represi.

Peristiwa-peristiwa yang mengerikan, menakutkan, penuh dosa, menjijikan dan sebagainya, pendek kata semua hal yang tidak dapat diterima oleh hati nurani akan kita lupakan dengan sengaja (sekalipun proses lupa yang sengaja ini kadang-kadang tidak kita sadari, terjadi diluar alam kesadaran kita). Pada bentuknya yang ekstrim represi dapat menyebabkan amnesia, yaitu lupa akan namanya sendiri, akan alamatnya sendiri, akan orang tua, akan anak-istri dan akan semua hal yang bersangkutpaut dengan dirinya sendiri. Amnesia ini dapat ditolong atau disembuhkan melalui suatu peristiwa yang begitu dramatisnya sehingga menimbulkan kejutan kejiwaan pada penderita.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html