Pengertian Panjat Tebing

Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45° dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.

Pertama kali panjat tebing dikenal di kawasan Eropa, tepatnya di pegunungan Alpen. Tahun 1910, penggunaan alat dalam panjat tebing mulai diperkenalkan meskipun masih terbatas pada carabiner dan piton yang terbuat dari baja. Dan sejak itulah pendaki dari Austria dan Jerman mulai mengembangkan teknik dan alat-alat baru dalam panjat tebing. Di Inggris sebelum perang dunia meletus, kegiatan panjat sangat dibatasi dalam penggunaan piton dengan alasan merusak lingkungan. Hal itulah yang menyebabkannya ketinggalan dari Jerman. Teknik pemanjatan tebing dengan menggunakan tali mulai dikenal tahun 1920.

2

  1. Sistem

Ada dua sistem yang biasa digunakan yaitu sistem alpine(alpine push) danHimalayan(Himalayan style)

1.Alpine push

Dalam sistem ini pemanjat melakukan pemanjatan sampai puncak tanpa turun kecamp, jadi pemanjat selalu ada ditebing saat tidur sekalipun (hanging bivoac) segala aktivitas diluar pemanjatan dilakukan ditebing untuk ini segala peralatan dan perbekalan harus benar benar diperhitungkan . penggunaan sistem ini juga harus memperhitungkan personil yang bertugas mengangkat barang- barang tersebut dengan sistem load carry.jadi dibutuhkan mimimal 3 personil (1 orang leader, 1orang belayer, 1orang load carry) setelah pemanjat terakir(person load carry) sampai dipitch atasnya , tali(fixe rope) yang

digunakan naik dengan sistem jumaring langsung digulung untuk dibawa keatas . jadi tidak ada tali menggantung  untuk turun sebelum sampai puncak.

(1992 Mechanical Advantage “hauling”. Profesional Association Climbing Instructur Seehan B.E, Alan).

Keuntungan

«    Pemanjat tidak usah turun kedasar (base camp) untuk istirahat (malam) dan naik lagi ke pitch terakhir untuk melakukan pemanjatan.

«    Jumlah tali yang dibutuhkan relative sedikit (min 3roll)

«    Waktu pemanjatan lebih singkat.

Kelemahan

«    Segala sesuatu mulai dari membuka jalur dan yang mengevakuasi barang-barang keperluan diatas harus dilakukan sendiri oleh leade  atau bellayer tersebut  (termasuk pemasangan lintasan untuk load carry)

«    Waktu istirahat malam hari kurang karena tidur menggantung

Sumber: https://multiply.co.id/