Pengelolaan sistem informasi

Salah satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah manusia sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.


Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.

  1. Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
  2. Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
  3. Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
  4. Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintan

            Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi personil. Lihat contoh penataan struktur organisasi pada departemen Sistem Informasi pada gambar di atas. Tetapi struktur organisasi seperti pada gambar tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi real perusahaan.Variasi struktur manajemen tersebut sangat tergantung pada Managerial Efficiency yang dibandingkan dengan tingkat User Service.

            Manajemen sumber daya manusia perlu dilakukan dengan benar agar sistem informasi dapat berjalan dengan baik. Hal itu dilakukan untuk mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan yang bersifat manusiawi yang dapat mengurangi mutu informasi yang dihasilkan sebuah sistem.

Gordon B. Davis memberikan contoh kesalahan-kesalahan tersebut seperti misalnya :

  • Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
  • Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
  • Kehilangan data atau data tidak terolah.
  • Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
  • Salah dalam menggunakan dokumen induk/file induk.
  • Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
  • Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.

           

Kesulitan karena kesalahan dapat diatasi dengan dua teknik yaitu pengontrolan data dan penambahan batas kepercayaan pada data. Pengontrolan secara intern dapat dilakukan untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi. Selain itu perlu juga dilakukan pemeriksaan auditing baik secara intern maupun ekstern

BAB III
PENUTUP

            Demikian makalah SISTEM INFORMASI tenteng “SISTEM KOMPUTER” ini kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

3.1 Kesimpulan

Sistem komputer terdiri dari sejumlah sub komponen sistem yang berbeda, dan bekerja bersama-sama untuk membentuk suatu proses kalkulasi dan pengerjaan suatu tugas tertentu. Sistem Komputer mempunyai banyak variasi dan jenis, meliputi ukuran, biaya dan kekuatan, tergantung pada pekerjaan dan tugas yang harus diselesaikan.

Semua komputer baik yang berukuran kecil maupun besar pada dasarnya beroperasi dengan cara yang sama, sehingga dimungkinkan transfer data antara komputer yang berbeda sistemnya. Konsep ini disebut dengan distributed computing. Sedang kemampuan dari komputer yang berbeda untuk berbagi file dan berkomunikasi disebut dengan open computing.

Komponen hardware dan software bersama-sama membentuk arsitektur sistem komputer. Terdapat perbedaan antara arsitektur komputer dan organisasi komputer. Arsitektur komputer mengacu pada sistem dan bagian-bagiannya yang tampak oleh user, terutama programmer. Sedang organisasi komputer menggambarkan bagaimana bagian-bagian komputer diatur dan dihubungkan untuk merealisasikan arsitektur komputer.

baca juga :