Pandangan Ekonom Austria tentang Uang

Terhadap kenyataan adanya inflasi, krisis perbankan dan krisis ekonomi, para pemikir ekonomi dari Austria menyalahkan penggunaan fiat money sebagai penyebab utama terjadinya berbagai macam krisis tersebut. Mereka mengusulkan diterapkannya 100% reserve gold standard. Para ekonom Austria beranggapan bahwa sistem ini lebih superior memelihara kestabilan dibandingkan dengan sistem flat money yang ada. Karena dapat mencegah terjadinya inflasi dan memelihara kestabilan harga-harga secara umum.

Para ekonom Austria berpendapat bahwa dengan menggunakan fiat money pemerintah dengan bebas akan dapat mencetak uang tanpa mempertimbangkan kebutuhan dari transaksi di sektor riil. Disamping itu, percetakan uang akan menghasilkan bagi otoritas moneter.

Para ekonom Austria mempuanyai sudut pandang yang lebih radikal dibandingkan dengan para ekonom Monetaris maupun Keynesians dalam melihat inflasi. Ekonom Austria mendefinisikan inflasi sebagai peningkatan dari volume money supply. Adapun harga-harga yang meningkat yang terjadi setelah peningkatan money supply merupakan konsekuensi dari inflasi, meski bukan merupakan inflasi itu. Jika inflasi adalah peningkatan money supply, maka penyebab inflasi adalah pencetakan uang oleh pemerintah untuk membiayai anggaran defisit dan penciptaan kredit oleh sistem fractional reserve banking. Peningkatan money supply tanpa diimbangi dengan peningkatan cadangan emas atau comodity money lainnya akan memberikan effect harmful terhadap pertumbuhan ekonomi. Salah satu ekonom Austria, Ludwig von Mises bahkan berpendapat bahwa penciptaan kredit melalui fractional reserve lending oleh perbankan mirip dengan pencetakan uang. Hanya cara uang tersebut masuk ke dalam sirkulasi yang berbeda…” by lowering the interest rate they charge,banks can intensify the demand for credit. Then, by satisfying this demand, they can increase the quantity of fiduciary media in circulation”

Cara mengatasi seignorage dan penciptaan kredit oleh perbankan, menurut ekonom Austria, adalah dengan menggunakan kombinasi antara  100% reserve dan standar emas. Dengan demikian, ekspansi kredit besar-besaran oleh sistem perbankan akan dapat dieliinir. Dengan menggunakan uang yang convertible terhadap emas akan mengakhiri terjadinya inflationary goverment polices karena peningkatan kuantias uang harus diimbangi dengan kenaikan cadangan emas. Disini musti dicatat, bahwa tingkat harga secara umum, tidak akan stabil 100%. Karena mencapai tingkat harga yang super stabil adalah tidak mungkin, yang menurut ekonom Austria sendiri hal ini merupakan tindakan yang unnecessary.

Terdapat dua keuntungan lain dari rendahnya tingkat inflasi dalam sistem 100% reserve gold standard. Yang pertama adalah rendahnya tingkat suku bunga, ini tidak disebabkan karena  bank sentral merendahkan suku bunga, namun karena peminjam uang resiko yang lebih kecil dalam sistem ini. Jika tingkat suku bunga masih merefleksikan kelangkaan modal, maka naik turunnya siklus bisnis akan dapat dihindari, sehingga pertumbuhan ekonomi akan sustainable.

Keuntungan kedua diterapkan 100 % reserve gold standard, menurut ekonom Austria adalah akan membatasi keleluasaan pemerintah untuk menerapkan anggaran defisit. Karena dengans istem ini, pemerintah mau tidak mau harus melakukan anggaran berimbang. Dalam sistem ini, seluruh program pemerintah harus didanai dengan menggunakan pola taxation,baik secar langsung maupun tidak langsung.

Ekonom Austria juga menambahkan, selain beberapa keuntungan di atas, akan ada keuntungan lain yang akan diperoleh pemerintahan suatu negara jika sistem tersebut ditrapkan oleh banyak negara di dunia, yakni meningkatnya perdagangan internasional, ini disebabkan risiko kurs nilai tukar akan dengan sendirinya tereliminir.

sumbe r;

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/