Nilai-Nilai Demokrasi dan Prinsip Budaya Demokrasi

Nilai-Nilai Demokrasi dan Prinsip Budaya Demokrasi

Nilai-Nilai Demokrasi dan Prinsip Budaya Demokrasi

Nilai-Nilai Demokrasi dan Prinsip Budaya Demokrasi
Nilai-Nilai Demokrasi dan Prinsip Budaya Demokrasi

Nilai-Nilai Demokrasi

Demokrasi Partisipasi

Ada beberapa jenis demokrasi partisipasi, antara lain:

  1. Pemberian suara dalam pemilu.
  2. Kontak atau hubungan dengan pejabat pemerintah.
  3. Melakukan aksi protes terhadap lembaga pemerintah atau masyarakat agar sistem politik berjalan lebih baik.
  4. Mencalonkan diri dalam pemilihan pejabat publik.

Kesetaraan Warga

Kesetaraan diartikan sebagai adanya kesempatan yang sama bagi setiap warga negara tanpa membedakan etnis, gender, bahasa, daerah dan agama.

Kedaulatan Rakyat

Pemerintah berasal dari rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat. Kedaulatan rakyat dapat ditegakkan jika para politisi menyadari asal usulnya dan menunjukkan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

Rasa Percaya dan Kerja sama

Rasa saling percaya dan kerja sama antar kelompok masyarakat merupakan dasar yang diperlukan untuk membentuk sistem demokrasi. Rasa saling percaya dan kerja sama semakin diperlukan sejalan dengan semakin kompleksnya persoalan yang terjadi dalam sebuah bangsa dan negara.

Pluralisme

Di sisi lain dengan pluralisme akan memperkaya seni budaya suatu bangsa, tetapi juga merupakan pemicu utama terjadinya konflik. Kesadaran pluralisme masyarakat dapat menghindarkan pecahnya konflik antar kelompok.

Kebebasan Berkelompok dan Menyatakan Pendapat

Kebebasan berkelompok dan kebebasan menyatakan pendapat merupakan hak setiap warga negara dan dijamin oleh undang-undang dalam sistem demokrasi.

Prinsip-Prinsip Budaya Demokrasi

Prinsip-prinsip Budaya Demokrasi secara Umum

Prinsip-prinsip budaya demorasi secara umum antara lain sebagai berikut :

  1. Kedaulatan negara berada di tangan rakyat.
  2. Setiap warga negara mempunyai hak untuk bebas berbicara/mengeluarkan pendapat.

Dari dua prinsip tersebut, pada konferensi tahun 1965 ditegaskan bahwa syarat-syarat sebuah negara demokrasi antara lain:

  1. Adanya perlindungan HAM secara Yuridis konstitusional.
  2. Adanya kebebasan mengeluarkan pendapat.
  3. Adanya kebebasan berserikat, berorganisasi dan beroposisi.
  4. Adanya pendidikan politik bagi warga negara.
  5. Adanya badan peradilan yang bebas dan adil.

Budaya demokrasi yang berlaku di dunia pada dasarnya ada dua macam, yaitu:

  1. Demokrasi Konstitusional. Demokrasi konstitusional mempunyai ciri-ciri bahwa pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang kekuasaannya terbatas dan tidak sewenang-wenang terhadap warga negaranya. Pembatasan kekuasaan pemerintahan tercantum dalam konstitusi atau pemerintahan dalam konstitusi (constitutional government).
  2. Demokrasi Proletar. Demokrasi proletar adalah demokrasi yang berlandaskan ajaran komunis dan marxisme. Demokrasi ini tidak mengakui hak asasi warga negaranya.

Prinsip-prinsip Budaya Demokrasi Pancasila

Pelaksanaan demokrasi Pancasila berarti menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, saling menghargai dan selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Kegiatan sosial politik masyarakat bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa, seperti tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea IV dan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Dengan demikian prinsip keadilan dan kebenaran harus ditegakkan dalam mengambil suatu keputusan. Hal ini menyangkut harkat dan martabat manusia yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Prinsip-prinsip demokrasi Pancasila antara lain sebagai berikut:

  1. Kedaulatan berada di tangan rakyat.
  2. Pengakuan dan perlindungan terhadap HAM.
  3. Pemerintahan berdasarkan hukum (konstitusi)
  4. Peradilan yang bebas dan tidak memihak.
  5. Pengambilan putusan berdasarkan musyawarah.
  6. Adanya partai politik dan organisasi sosial politik.
  7. Pemilu yang demokratis.

Baca juga:

  1. Pengertian Demokrasi dan Model Demokrasi
  2. Tips bangun malam untuk Tahajud
  3. Menggunakan Komputer Sesuai Prosedur
  4. Tempat-tempat yang Sering Didatangi Malaikat dan Syaithan