Mengenal Rangkaian Upacara Ngaben Massal

Mengenal Rangkaian Upacara Ngaben Massal

Mengenal Rangkaian Upacara Ngaben Massal

Mengenal Rangkaian Upacara Ngaben Massal
Mengenal Rangkaian Upacara Ngaben Massal
  • Pedewasan Karya

Sebelum memulai suatu prosesi upacara yang mana dalam hal ini upacara ngaben, maka perlu ditetapkan terlebih dahulu hari baik atau sube dewase untuk memulainya.Dalam hari suba dewasa yang telah ditetapkan tersebut diawali dengan prosesi ritual yang disebut dengan Ngeruak, Nyapuh, dan Nanceb Pampang.

  • Ngeruak dan Nyapuh

Ngeruak berasal dari kata “uak” yang artinya buka, sedangkan nyapuh berarti membersihkan. Jadi ngeruak bermakna membuka jalan atau memberi jalan keluar kemudian setelah dibuka jalan dibersihkan dari segala kekotoran atau keletehan. Secara ritual upacara ngeruak dan nyapuh ini berarti suatu prosesi upacara untuk membuka jalan dan mengeluarkan/membersihkan secara niskala pengaruh kekuatan-kekuatan negatif dari Sang Hyang Panca Maha Bhuta yang dulunya mempunyai fungsi-fungsi tertentu pada suatu tempat, untuk dikembalikan ke arah sentrum atau dengan kata lain dinetralisir. Jadi upacara ngeruak dan nyapuh disini juga dapat dimaknai untuk menyucikan atau menetralisir suatu areal/tempat atau pekarangan dari segala keletehan dan kekotoran, sehingga dapat difungsikan sebagaimana mestinya sesuai dengan tujuan penggunaan, yang mana dalam hal ini adalah untuk tempat melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanakan ngaben, atau disebut dengan “bale pengorong”.

  • Nanceb Pampang

Nanceb Pampang secara kronolog artinya memancangkan tiang.Yaitu suatu prosesi upacara yang ditandai dengan nuasen memancangkan/nanceb tiang-tiang bangunan sebagai prasarana dalam kegiatan upacara Ngaben.

  • Ngulapin

Ini maksudnya adalah untuk memanggil atau memberi informasi secara niskala kepada roh atau atma untuk diajak pulang karena akan diaben.

  • Ngajum

Ngajum adalah menusukan jarum yang telah disediakan pada kajang yang merupakan simbul dari orang yang diaben yang dibuat dari uang kepeng (pis bolong) yang menyerupai bentuk manusia lengkap dengan pakaiannya. Hal ini menandakan memberi hormat kepada roh leluhur yang diaben agar mendapatkan sorga.

  • Ngendag

Acara ngendag dilakukan sehari menjelang puncak upacara ngaben. Ngendag yaitu, membongkar dan menggali sebagian kuburan jenasah yang akan diaben sampai kelihatan peti atau pembungkusnya.

  •  Pengutangan

Pengutangan merupakan puncak upacara. Pada hari ini roh leluhur yang akan diaben yang disimbulkan dengan adegan yang disebut dengan sawa, dibawa ke setra dan ditempatkan pada tempat pembakaran yang disebut dengan pemalungan. Sebelum dibakar, dilaksanakan upacara dengan memerciki tirta.

  • Nganyut ke Segara

Nganyut ke Segara adalah rangkaian terakhir upacara ngaben. Jika semua sawa atau tulang-tulang yang ada dipemalungan sudah habis terbakar, kemudian tulang bekas-bekas pembakaran itu dipungut kembali dan siram dengan air bersih. Selanjutnya dilaksanakan upacara ngereka yaitu membentuk kembali abu-abu dari tulang yang dibakar kedalam bentuk perwujudan simbolis manusia.


Baca Artikel Lainnya: