Macam-macam Akhlak Tercela dan Terpuji

Macam-macam Akhlak Tercela dan Terpuji

Macam-macam Akhlak Tercela dan Terpuji

Macam-macam Akhlak Tercela dan Terpuji
Macam-macam Akhlak Tercela dan Terpuji

Akhlak Tercela

Apa saja yang termasuk akhlak tercela itu? Berikut macam-macam akhlak tercela.
1. Ujub
Ujub artinya terlalu membanggakan diri. Orang yang memiliki akhlak ini merasa dirinya yang paling serbabisa. Segala sesuatu yang diusahakan dia yakini adalah atas jerih payah dirinya. Peran orang lain, apalagi Allah Swt., dia kesampingkan. Padahal, kesuksesan yang diperoleh ada campur tangan Allah Swt.
2. Takabur
Takabur disamakan dengan sombong. Orang yang memiliki akhlak ini selalu memandang rendah orang lain. Seolah dia paling hebat, paling kaya, paling disegani, dan paling pandai. Kesombongan dapat menyebabkan seseorang besar kepala, bahkan menganggap dirinya lebih mulia. Kesombongan tidak pantas dimiliki manusia, yang berhak sombong adalah Allah Swt.
3. Dusta/Bohong
Sifat atau akhlak tercela lainnya adalah berbohong. Orang sering menganggap kebohongan kecil merupakan hal yang biasa. Padahal, dari kebohongan kecil dapat menjadi kebohongan besar. Nabi menjelaskan bahwa orang yang berbohong termasuk golongan munafik.
4. Dengki/Iri Hati
Orang yang memiliki sifat ini hidupnya tidak akan menemukan ketenangan. Soalnya, orang yang berperilaku dengki tidak akan senang melihat orang lain mendapatkan nikmat. Bahkan, orang yang dengki akan merasa bahagia jika orang lain mendapat musibah atau bencana. Sifat dengki merupakan cikal bakal perilaku tercela lainnya, seperti menggunjing dampai memfitnah.
5. Putus Asa
Orang yang memiliki sifat putus asa termasuk orang yang mudah menyerah dan tidak sabar. Sifat putus asa termasuk dosa. Jika seseorang mengalami kegagalan lalu dia berputus asa, bisa menjerumuskan dirinya kepada hal-hal yang dilarang, seperti mabuk minuman keras, narkoba, bahkan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Akhlak Terpuji

Bersifat rendah diri

Seseorang mislim mestilah bersifat tawadhu’ atau merendah diri khususnya terhadap saudara-maranya yang muslim dengan cara tidak membezakan (dalam memberi layanan) sama ada yang miskin maupun yang kaya. Rasulullh Sallallahu’alaihiwasallam sendiri memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat takbur (membangga diri).

Menjauhi sangka buruk dan mengumpat

Menjauhi sangka buruk dan mengintai-intai keburukan orang lain. Oleh itu seorang itu mestilah menjauhi sifat-sifat ini kerana mematuhi firman Allah.

Bersifat pemurah

Seorang muslim mestilah bersifat pemurah, sanggup berkorban dengan jiwa dan harta bendanya pada jalan Allah. Di antara cara yang dapat menyingkap kebakhilan seseorang itu ialah dengan cara memintanya membelanjakan wang ringgit kerana berapa banyak dari kalangan mereka yang berkedudukan, berharta dan berpangkat gugur dari jalan ini, lantaran rakus terhadap mata benda. Di dalam Al-Qur’an Al-Karim sendiri terdapat berpuluh-puluh ayat yang menjelaskan ciri-ciri keimanan yang dikaitkan dengan sifat pemurah.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/