Keterampilan Bertanya

Keterampilan Bertanya

Bagaimanapun tujuan pendidikan, secara universal guru akan selalu menggunakan keterampilan bertanya kepada siswanya. Cara bertanya untuk seluruh kelas, untuk kelompok, atau untuk individu, memiliki pengaruh yang sangat berarti, tidak hanya pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada suasana kelas baik sosial maupun emosional.

Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban siswa.  “Brown menyatakan bahwa bertanya adalah setiap  pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri sendiri”.[1]

Cara untuk mengajukan pertanyaan yang berpengaruh positif bagi kegiatan belajar siswa merupakan suatu hal yang tidak mudah. Oleh sebab itu seorang guru hendaknya berusaha memahami dan menguasai penggunaan keterampilan dasar mengajar guru dalam bertanya.

Pada dasarnya pertanyaan yang di ajukan merupakan suatu proses pemberian stimulus secara verbal dengan maksud untuk menciptakan terjadinya proses intelektual pada siswa, dengan memperhatikan respon atas pertanyaan tersebut.[2]

Sehingga para ahli percaya bahwa pertanyaan yang baik memiliki dampak yang positif terhadap siswa, diantaranya:

  1. Bisa meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran.
  2. Dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa, sebab berfikir itu sendiri pada hakikatnya bertanya.
  3. Dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa untuk menentukan jawaban.
  4. Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas.

Adapun kelebihan dan kelemahan keterampilan betanya dalam proses keterampilan bertanya seorang guru didalam kelas dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

  1. Seberapa jauh mata pelajaran dapat diterima atau dipahami oleh siswa, sekalipun sedang ribut atau yang mengantuk kembali tegar dan akan hilang.
  2. Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun sedang ribut atau yang mengantuk.
  3. Sikap siswa terhadap beberapa aspek yang sedang dipelajari.
  4. Mempererat hubungan keilmuan antara guru dan siswa.
  5. Mengembangkan keberanian dan keterampilasn siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.[3]

suber :

https://icanhasmotivation.com/cara-beli-mobil-bekas-online/