Keterampilan Bertanya Dasar

Bagaimanapun tujuan pendidikan, secara universal guru akan selalu menggunakan keterampilan bertanya kepada siswanya. Cara bertanya untuk seluruh kelas, untuk kelompok, atau untuk individu, memiliki pengaruh yang sangat berarti, tidak hanya pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada suasana kelas baik sosial maupun emosional.

Kelancaran bertanya (fluency) adalah merupakan jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa didalam kelas. Kelancaran bertanya ini sangat diperlukan bagi guru didalam proses belajar mengajar. Komponen yang penting dalam bertanya antara lain harus jelas dan ringkas.

Pemberian waktu (pausing) untuk berpikir setelah guru bertanya merupakan faktor yang penting. Pemberian waktu ini akan menghasilkan beberapa keuntungan diantaranya siswa yang merespon, banyak pikiran muncul, siswa mulai berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya, banyak siswa bertanya bertambah, atau guru cenderung meningkatkan variasi bertanya.[4]

Keterampilan bertanya (Questioning) sangat penting dikuasai guru , untuk memancing jawaban, komentar, pemahaman dari murid-murid.

Keterampilan bertanya adalah cara-cara yang dapat digunakan guru untuk mengajukan pertanyaan kepada siswa. Kualitas pertanyaan akan menentukan kualitas jawaban siswa. Ada tiga hal penting dalam keterampilan bertanya yaitu:

  1. Pausing

Setelah guru mengajukan pertanyaan, murid diminta tenang sebentar. Ini bertujuan untuk:

1)    Memberikan kesempatan berfikir mencari jawaban.

2)    Untuk memperoleh jawaban yang komplit.

3)    Memahami pertanyaan atau menganalisis pertanyaan.

4)    Agar banyak murid yang menjawab.

 

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/