Kebebasan di bidang ekonomi dan perdagangan

Dalam bidang perdagangan dan perekonomian, penganut paham liberal mengingnkan kebebvasan individu untuk mengatur keperluan sendiri. Semboyannya yang terkenal adalah latsser faire-laisser passer. Artinya, biarkan setiap orang mengatur dan menentukan diri-sendiri, tanpa perlu diatur.  Dengan masuknya pengaruh semboyan: bebas bersaing, bebas berdagang, dan bebas berusaha, maka rakyat indonesia pun ingin hidup seperti cita-cita liberalisme tersebut.

c)      Kebebasan di bidang agama

Menganut suatu agama tertentu adalah hak asasi setiap individu. Oleh karena itu, setiap orang berhak untuk memeluk agama menurut keyakinannya.

d)     Kebebasan di bidang pers

Dalam bidang pers, pendukung paham liberal berpendapat bahwa wartawan bebas menuliskan segalah hal yang diketahunya, tanpa harus dikendalikan oleh pihak penguasa.  Namun, selama masa penjajahan di indonesia, pers dikendalikan oleh pemerintah colonial.

3.      Pan-Islamisme

Pan Islamisme adalah suatu paham yang bertujuan untuk mempersatukan umat Islam sedunia. Paham ini dalam bahasa Arabnya disebut dengan Al Jami’ah al Islamiyah yang dicetuskan oleh seorang Afghanistan bernama Jamaluddin al Afgani (1839–1897). Namun, ada yang berpendapat bahwa paham ini telah ada pada diri tokoh perubahan dari Mesir bernama Al-Tahtawi (1801–1873). Jamaluddin al Afghani menyaksikan bagaimana bangsa Barat terutama Inggris ikut campur dalam urusan negara-negara Islam. Oleh karena itu, beliau mengajak kaum muslim untuk kembali pada Alquran dan Hadits, juga menyerukan untuk berjuang melawan imperialisme Barat untuk merebut kemerdekaan bangsa dan tanah air.

4.      Sosialisme

Paham sosialisme yang mucul dibeberapa negara eropa, kemudian menyebar pula kenegara-negara asia dan afrika, termasuk indonesia. Ciri-ciri paham sosialisme ialah membantu memenuhi kebutuhan rakyat yang menderita; menolak kemutlakan milik perorangandan menyokong pemilikan bersama; dan mendukung alur pemikiran yang cendrung bersifat radikal.  Paham sosialisme kemudian dilarang sejak zaman orde baru karena berhubungan dengan paham komunisme yang disebut marxisme-leninisme.

Beberapa tokoh penganut paham sosialisme antara lain Robert Owen, Saint Simor, Pierre Joseph Proudhon, Charles Fourier, Karl Heinrich Marx, Dan E, Angels.

Dari nama-nama tokoh tersebut yang paling terkenal adalah Karl Marx. Ia dikenal sebagai bapak pergerakan sosialisme dan komunisme internasional. Marx berasal dari jerman keturunan yahudi. Ia pernah menjadi pemimpin redaksi harian Reinische Zeitung. Harian itu cenerung menentang pemerintah, sehingga pada tahun 1849 ia diusir dari jerman. Marx kemudian pergi ke inggris dan menetap di london sampai akhir hayatnya.

Buku das capital merupakan hasil karya karl marx yang terkenal. Dalam buku itu diuraikan bahwa sepanjang sejarah umat manusia, pertentangan akan selalu terjadi antara dua golongan, yaitu golongan kaya dan golongan miskin atau proletar. Menurut karl marx, sosialisme merupakan langkah penentu menuju masyarakat sosialis. Ia juga mengatakan bahwa pertentangan antarakelas hanya dapat diselesaikan melalui kekerasan. Semboyan mereka yang terkenal adalah “kaum buruh seluruh dunia bersatulah”.

5.      Nasionalisme

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/twitter-mulai-hapus-tanda-verifikasi-di-akun-bermasalah/

Nasionalisme mempunyai cirri utama, yakni menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Atau dengan kata lain, kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan. Paham nasionalsisme kemudian meyebar, terutama ke negara-negara asia dan afrika sebagai bangsa terjajah.