Jenis Bank

Jenis Bank

 

Jenis Bank
Jenis Bank

a. Bank sentral

Pada saat ini bank sentral secara khusus yaitu dengan UU No.23 Tahun 1999. Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI), menurut UU No. 23 Tahun 1999, bank sentral memiliki status tersendiri dan tidak bisa dipersamakan dengan bentuk bank lain. Berdasarkan UU tersebut Bank Indonesia mempunyai tugas pokok mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, hal ini diwujudkan dalam kebijakan yaitu :
Menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter.
Mengatur dan mengawasi bank.
Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Dari ketiga kebijakan tersebut, maka usaha yang dilakukan Bank Indonesia yaitu :

– Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran moneter yang ditetapkan.
Mengadakan survey guna memperoleh data ekonomi dan keuangan secara tepat.
Menetapkan pengendalian moneter.
Melaksanakan kebijaksanaan nila tukar.
– Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Mengatur dan menyelenggarakan kliring
Mengeluarkan dan mengedarkan uang
– Mengatur dan mengawasi bank
Kegiatan bank yang berprinsip syariah.
Merger, konsulidasi dan akusisi.
Kelembagaan bank
Kegiatan bank.
Perizinan bank

b. Bank umum

Menurut UU No. 10 Tahun 1998, bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatanya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Dalam pengertian di atas ada 2 hal yang perlu diperhatikan :

– Usaha serta konvensional, adalah usaha bank umum menerima simpanan dalam bentuk giro, deposito serta memberikan kredit dalam jangka pendek.

– Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam :
Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah)
Pembiayaan berdasarkan penyertaan modal (musharakat)
Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah)
Pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah)

Fungsi bank umum

Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang efisien dalam kegiatan ekonomi.
Menghimpun dana dan menyalurkan pada masyarakat.
Menawarkan jasa-jasa keuangan lainnya.
Menciptakan uang
Usaha bank umum

Menurut UU No. 10 Tahun 1998 usaha bank umum antara lain :
Membeli, menjual, atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya.
Menyediakan tempat untuk penyimpanan barang dan surat berharga.
Menertibkan surat pengakuan hutang
Menerima atau antar pihak ketiga.
Melakukan kegiatan penitipan untuk pihak lain
Menghimpun dana dari masyarakat
Memberikan kredit
Dan lain-lain
Jenis bank umum
Bank umum milik pemerintah
Bank umum milik swasta nasional
Bank umum milik swasta asing

c. Bank perkreditan rakyat

BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan BPR tidak boleh memberikan jasa lalu lintas pembayaran.

Usaha BPR

Menyediakan pembiayaan dan menetapkan dana berdasarkan prinsip syariah
Menghimpun dana dari masyarakat
Memberikan kredit
Menetapkan dana dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia dan atau tabungan pada bak lain
Kegiatan yang tidak boleh dilakuakn BPR
Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing
Menerima simpanan dalam bentuk giro
Ikut serta dalam lalu lintas pembayaran
Melakukan kegiatan perasuransian

Baca Juga: