Jadikan Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan

Jadikan Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan

Jadikan Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan

Jadikan Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan
Jadikan Perempuan Sebagai Subyek Pembangunan

BANDUNG, Kini  saatnya  perempuan berbicara lantang, membekali diri.

 

Untuk berprestasi membangun bangsa, mengharumkan nama kaum perempuan, membuat bangga bangsa dan tidak menjadi seseorang, menjatuhkan martabatnya sebagai seorang perempuan. Jadikan perempuan sebagai subyek bagi bangsa dan tidak hanya menjadi obyek, hal itu dikatakan Azizah pengusaha wanita muda, dihadapan puluhan peserta seminar, beberapa waktu lalu

Menurut Azizah, sekarang saatnya generasi muda perempuan mencatatkan dirinya sebagai pelaku emansipasi mampu berdiri mengambil peran penting untuk membangun bangsa tercinta.

Perempuan adalah sosok mampu memanfaatkan kemampuan

, imajinasi dan nalurinya dalam membaca kebutuhan masyarakat.

Menurut Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1995 menyebutkan bahwa pembangunan ekonomi berhubungan erat dengan kemajuan perempuan bangsa-bangsa dengan kaum perempuan yang maju umumnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut lebih baik. Sebaliknya , di negara-negara dengan peran kaum perempuan yang dibatasi, ekonominya cenderung berjalan stagnan.

Permasalahan perempuan umumnya nilai perjuangan dan jiwa pengabdian makin menipis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, banyak yang masih terkondisikan oleh paradigma yang salah tentang kedudukan perempuan secara budaya dan kultur masyarakat.

Berkembangnya modernisasi, menggerus asli tanah air

sehingga semakin absurd dalam memahami fungsinya sebagai perubahan. Kesempatan yang tidak optimal di beberapa sektor karena tetap ada diskriminisasi kepada perempuan, atau bahkan masih banyak perempuan memang tidak mau berubah dan terlena dalam sebuah kondisi.

Peran Perempuan  menyongsong Peringatan HUT KAA ke 60, PON XIX 2016 dan Asian Games 2018. Diperlukan wadah khusus untuk perempuan bertujuan sebagai Embrio dan inkubator bagi perempuan, fungsinya melakukan pemberdayaan dan pembinaan, Sehingga pada saatnya perempuan mendapatkan porsi dan peran yang Optimal pada sektor-Sektor terkait menyangkut hal diatas.

Wadah khusus tersebut bertugas mencari, memfasilitasi, membina dan mempersiapkan perempuan untuk di Sektor Atlit, Seni dan Budaya, Ekonomi kreatif di sektor fashion, kuliner, Craft/kerajinan tangan dan sebagainya..

Peran perempuan penting karena perempuan merupakan sosok yang mampu memanfaatkan kemampuan Imajinasi dan nalurinya dalam membaca kebutuhan masyarakat.Data Kementrian UMKN 2012 menyebatkan dari total UMKM sejumlah 46 juta UMKM 60 persen pelakunya perempuan.

Bahkan 60 % usaha kecil dan mikro di Indonesia dimotori perempuan paling bertahan dari krisis moneter, ekonomi, pangan dan energi yang menimpa dunia dan Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berpotensi menciptakan alternatif pendapatan bagi keluarga , berperan sebagai menajer dalam mengelola ekonomi Keluarga.  (SN)

 

Baca Juga :