Faktor Penting Dalam Merancang Usaha Budidaya Ikan

Faktor Penting Dalam Merancang Usaha Budidaya Ikan

Faktor Penting Dalam Merancang Usaha Budidaya Ikan

Faktor Penting Dalam Merancang Usaha Budidaya Ikan
Faktor Penting Dalam Merancang Usaha Budidaya Ikan

Kolam Ikan

Untuk budidaya ikan air tawar, kolam mempunyai peranan yang sangat penting. Karena selain sebagai media hidup ikan, kolam harus pula berfungsi sebagai sumber makanan alami ikan. Untuk mendapatkan kolam yang su¬bur, bukan saja dasar kolam harus sedikit berlumpur oleh lapisan humus namun juga air yang masuk ke dalam kolam harus mengandung cukup bahan organik dan tidak beracun.

Air dan Tanah

Jenis tanah yang paling baik untuk kolam adalah tanah liat atau lempung sedikit berpasir. Tanah terapan atau be¬ranjangan masih bisa juga digunakan. Sedang tanah yang kandungan pasirnya sangat tinggi tidak bisa digunakan untuk kolam.
Air merupakan faktor utama dalam usaha budidaya ikan. Tanpa adanya air yang cukup dengan kualitas yang baik, maka usaha budidaya ikan akan mengalami berbagai hambatan. Oleh karena itu hal-hal yang mutlak diperhatikan dalam kaitannya dengan masalah kondisi air adalah :

Sumber Air

Air untuk kolam ikan discus dapat bersumber dari sungai, air irigasi maupun dari mata air. Sungai sebagai sumber air untuk budidaya ikan adalah baik sekali sebab air sungai biasanya banyak mengandung unsur-unsur hara, yang berguna bagi penumbuhan makanan alami ikan. Lebih-lebih apabila su¬ngainya panjang sehingga unsur-unsur haranya cukup karena biasanya melalui pemukiman rumah penduduk.
Namun perlu diingat biasanya air sungai banyak mengan¬dung waled, sehingga memerlukan bak pengendapan dan bak filter sebelum dipergunakan di kolam. Hal ini untuk mencegah pendangkalan kolam yang terlalu. singkat.
Air tanah yang baik untuk sumber air budidaya ikan biasanya yang telah keluar di permukaan tanah. Dalam arti kata antara sumber air tanah dengan letak unit perkolaman terpisah, jadi harus dialirkan melalui saluran terlebih dahulu. Ini untuk memperbaiki kualitas air tanah tersebut karena biasanya air yang baru keluar dari tanah miskin unsur hara dan pH-nya rendah.

Kualitas Air

Dengan memperhatikan makhluk hidup yang ada di per¬airan tersebut secara tidak langsung kita dapat menilai ke¬suburan air. Makin beraneka ragam makhluk hidup yang kita temukan, maka makin suburlah perairan itu. Air yang akan kita pakai untuk kolam sudah tentu harus yang baik mutunya, walaupun tidak selalu harus subur. Kesuburan¬nya dapat kita tingkatkan kelak, dengan pemupukan ko¬lam dan pengelolaan yang betul. Air yang baik mutunya harus bersuhu sedang, yang antara siang dan malam tidak begitu besar perbedaannya (tidak lebih dari 5°C; misalnya antara 25°C dan 30°C.
Selain itu, kekeruhan air juga merupakan faktor yang turut menentukan baik buruknya mutu. Sebaiknya air itu jangan terlampau jernih (karena air demikian biasanya ku¬rang subur) melainkan yang agak keruh. Tetapi keruhnya tidak boleh karena lumpur yang mati, melainkan harus di¬sebabkan oleh kandungan sejumlah kapur dan jasad renik plankton yang hidup.
Debit air yang baik tidak kurang dari 10-15 1/dt/Ha. Dalam kenyataannya apabila sumber airnya dari sungai, debitnya tidak tetap tergantung pada musim. Apabila debit air pada musim hujan sangat besar, maka harus dibuatkan saluran pengendali banjir sehingga debit air yang besar tidak masuk ke dalam kolam. Apabila debit air kurang dari Standar tersebut di atas, maka harus diusahakan pengaturan air, yang seefisien mungkin.

Bentuk dan Konstruksi Kolam (longyam)

Kolam yang digunakan umumnya sama dengan kolam ikan sistem biasa. Bentuknya beraneka ragam, disesuaikan dengan bentuk pemilikan lahan. Pada umumnya kolam ikan berbentuk empat persegi panjang dengan arah memanjang dari pintu pemasukan ke pintu pembuangan air.
Kolam berbentuk empat persegi panjang ini memang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kolam yang berbentuk bujur sangkar. Kelebihannya terdapat dalam sir¬kulasi air dan penyediaan makanan alami ikan, karena ko¬lam berbentuk persegi panjang mempunyai sisi/pinggiran yang lebih panjang dibandingkan kolam berbentuk bujur sangkar. Makanan alami ikan (moina, daphnia) lebih banyak tumbuh di pinggiran kolam yang dangkal dibandingkan di tengah kolam yang lebih dalam.