Dihadapan Himasta, Ini Kata Tokoh Asal Pessel Saidal Masfiyudin

Dihadapan Himasta, Ini Kata Tokoh Asal Pessel Saidal Masfiyudin

Dihadapan Himasta, Ini Kata Tokoh Asal Pessel Saidal Masfiyudin

Dihadapan Himasta, Ini Kata Tokoh Asal Pessel Saidal Masfiyudin
Dihadapan Himasta, Ini Kata Tokoh Asal Pessel Saidal Masfiyudin

Tokoh masyarakat asal Pesisir Selatan, Saidal Masfiyudin mengungkapkan mahasiswa wajib memiliki keahlian khusus menghadapi dunia kerja. Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), persaingan kerja semakin terbuka.

Saidal menjelaskan demikian ketika menghadiri pengukuhan pengurus Himpunan Mahasiswa Sutera (Himasta) Sumbar, Kabupaten Pesisir Selatan periode 2016-2017. Pengukuhan Himastra tersebut berlangsung di di kantor BLPT Sumbar, Minggu (22/5/2016).

“Pendidikan memang wajib, namun keahlian atau ketrampilan khusus merupakan harga mati

dalam menghadapi MEA. Jadi, janganlah bercita-cita menjadi PNS setelah lulus perguruan tinggi,” tegas anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Golkar ini.

Menurut Saidal, saat ini terdapat 3 ribu tenaga honorer di lingkup Pemda Pesisir Selatan dari semua sektor. Data ini memang tidak seimbang apabila dibandingkan dengan kebutuhan PNS. Mahasiswa, imbuhnya, harus memiliki ketrampilan lain agar dapat bersaing menghadapi MEA.

 

“Mahasiswa punya keahlian lain, seperti menjahit, akan lebih baik untuk menghadapi MEA

nantinya. Kelola secara profesional, apalagi terakreditasi nantinya. Saya pikir mahasiswa sudah harus berpikir ke sana, karena itu saya ingin program pembelajaran mejahit di Ampiang Parak (Kecamatan Sutera-red) terus dikembangkan di seluruh nagari,” ungkap Saidal.

Tidak hanya Kecamatan Sutera, mahasiswa Pesisir Selatan atau Sumbar pada umumnya, juga harus berfikir dan menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Pernyataan yang sama, juga sampaikan oleh tokoh masyarakat Sutera, Ali Amran Abbas yang juga turut hadir pada pengukuhan pengurus Himasta Sumbar periode 2016-2017.

Tidak sekedar pengukuhan, kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa itu dilanjutkan dengan upgrading

pengurus bersama salah seorang pendiri, Debi Virnando hingga sore hari. Debi Virnando yang juga koordinator Badan Pengawas Organisasi (BPO) menyarankan, program kerja organisasi kemahasiswaan mesti disinergikan dengan program pemerintah. Sudah masanya mahasiswa dan generasi muda yang memberikan sumbangsih untuk daerah.

“Berorganisasi pada dasarnya belajar menerima tanggung jawab, belajar menjalankan tanggung jawab, dan belajar mempertanggung jawabkan kembali tanggung jawab itu,” pungkas Debi Virnando sembari mengucapkan selamat pada nakhoda baru Himasta Sumbar periode 2016-2017. Selain itu, saran dan gambaran program kerja juga disampaikan sebagai wejangan sebelum Rapat Kerja (Raker) pengurus digelar. (agb)

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/aUCV737Z6L0M