Beberapa Masalah Sosial Di Zaman Modern

Beberapa Masalah Sosial Di Zaman Modern

Beberapa Masalah Sosial Di Zaman Modern

Beberapa Masalah Sosial Di Zaman Modern
Beberapa Masalah Sosial Di Zaman Modern

Beberapa Masalah Sosial Di Zaman Modern
Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan ketika seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Menurut sejarah, keadaan kaya dan miskin secara berdampingan tidak merupakan masalah sosial sampai saat perdagangan berkembang dengan pesat dan memunculkan nilai-nilai baru. Dengan berkembangnya perdagangan ke seluruh dunia dan ditetapkannya taraf kehidupan tertentu sebagai suatu kebiasaan masyarakat, kemiskinan muncul sebagai masalah sosial.

Pada masyarakat yang susunan dan organisasinya bersahaja, kemungkinan mungkin tidak menjadi masalah sosial karena mereka menganggap bahwa semuanya telah ditakdirkan. Kemiskinan menjadi sebuah masalah sosial ketika mereka sadar bahwa mereka telah gagal untuk memperoleh lebih daripada apa yang telah dimilikinya dan perasaan akan adanya ketidakadilan.

Dalam masyarakat modern, kemiskinan dilihat sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi standar kehidupan yang ada di lingkungannya. Contoh, sebuah keluarga tidak memiliki radio, televisi, sepeda motor, sementara tetangga-tetangganya memiliki harta-harta tersebut. Inilah yang menyebabkan kemiskinan menjadi masalah sosial. Secara sosiologis, sebab-sebab timbulnya problem tersebut adalah karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, yaitu lembaga kemasyarakatan di bidang ekonomi.

Kejahatan
Sosiologi berpendapat bahwa kejahatan terjadi karena kondisi dan proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku sosial yang berbeda. Kejahatan terbentuk melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, asosiasi diferensiasi, kompensasi, identifikasi, konsepsi diri, dan kekecewaan yang agresif. Perilaku jahat itu dipelajari melalui pergaulan yang dekat dengan pelaku kejahatan sebelumnya. Situasi ini oleh E. H. Sutherland disebut sebagai proses asosiasi yang diferensial, karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut sebagai akibat interaksi dengan pola perilaku jahat.

Disorganisasi Keluarga
Disorganisasi keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit, karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya. Bentuk-bentuk disorganisasi keluarga adalah keluarga yang tidak lengkap karena hubungan di luar nikah, perceraian, buruknya komunikasi antaranggota keluarga, krisis keluarga karena salah satu yang bertindak sebagai kepala keluarga di luar kemampuannya sendiri meninggalkan keluarga, seperti meninggal, dihukum atau karena perang, serta terganggunya keseimbangan jiwa (gila) salah satu anggota keluarga.

Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern
Masalah generasi muda pada umumnya ditandai oleh dua ciri yang berlawanan, yakni keinginan untuk melawan dan sikap yang apatis. Keinginan untuk melawan antara lain ditujukan dalam bentuk radikalisme. Sikap yang apatis misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran moral generasi tua.

Dalam masyarakat yang sedang mengalami masa transisi, generasi muda seolah-olah terjepit antara norma-norma lama dan baru (yang kadang belum terbentuk). Generasi tua seolah-olah tidak menyadari bahwa sekarang ukurannya bukan lagi usia, akan tetapi kemampuan. Generasi muda sama sekali tidak diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Dalam masyarakat perkotaan, kondisi ini diperparah lagi dengan kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Orang tua tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi perkembangan anaknya karena sibuk mencari nafkah atau mengejar prestise.

Akibatnya, timbul masalah-masalah sosial yang dapat diurut-urutkan sebagai berikut:
• Persoalan sense of value yang kurang ditanamkan oleh orang tua.
• Tumbuhnya organisasi atau kelompok pemuda informal yang tingkah lakunya tidak disukai oleh masyarakat.
• Timbulnya usaha generasi muda untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat, yang disesuaikan dengan nilai-nilai kaum muda.

Peperangan
Peperangan merupakan sebuah bentuk pertentangan antara kelompok atau masyarakat (termasuk negara) yang umumnya diakhiri dengan suatu akomodasi. Umumnya pertentangan tersebut melibatkan beberapa kelompok atau masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat. Peperangan menyebabkan disorganisasi dalam pelbagai aspek kemasyarakatan, baik bagi negara yang keluar sebagai pemenang maupun yang kalah.

Pelanggaran terhadap Norma-Norma Masyarakat
• Pelacuran
Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan berupa menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan mendapatkan upah. Faktor-faktor penyebabnya umumnya berasal dari dalam maupun dari luar pelaku. Dari dalam faktor-faktor itu, antara lain nafsu seksual yang tinggi, sifat malas, dan keinginan untuk hidup mewah. Faktor dari luar antara lain faktor ekonomi dan urbanisasi.

• Delinkuensi anak-anak
Delinkuensi anak-anak atau lebih dikenal sebagai kenakalan remaja umumnya berupa perilaku atau tindakan yang tidak disukai masyarakat, seperti perkelahian, kebut-kebutan, mencoret-coret fasilitas umum, merampok bus kota, atau meminta uang dan barang-barang secara paksa. Umumnya, para remaja ini tergabung dalam organisasi-organisasi semi formal, seperti geng.

• Alkoholisme
Persoalan alkoholisme dan mabuk sebetulnya bukan terletak pada boleh tidaknya, tetapi pada di mana, bilamana, dan dalam kondisi yang bagaimana. Contoh, mabuk di tengah jalan yang mengganggu lalu lintas atau minum minuman keras saat mengendarai kendaraan yang menyebabkan kecelakaan dan meninggalnya beberapa orang.

Baca Juga :