TMMD Imbangan, Warga Hibah Tanah Milik

tni-imbangan
Yully S Yulianti/BANDUNG EKSPRES
BERI BANTUAN: Dandim 0609 Kabupaten Bandung, Letkol Kav P.L. Ginting memberikan bantuan pakaian seragam dan alat tulis kepada siswa SD

bandungekspres.co.id, PACET – Warga Kampung Andir, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, rela menghibahkan tanah miliknya untuk pembangunan jalan antar kampung sepanjang 1 kilometer. Hal itu terungkap saat pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), kemarin (18/10).

Kegiatan itu, langsung dibuka Bupati Bandung, Dadang M Naser, di Lapangan Sepak Bola Desa Cipeujeuh Kecamatan Pacet, didampingi Dandim 0609 Kabupaten Bandung, Letkol Kav P.L Ginting, serta muspida dan muspika se-Kabupaten Bandung.

Selain itu, warga menghibahkan sebagain tanahnya untuk membuka jalan baru yang menghubungkan antara Kampung Andir, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Pacet dengan Kampung Ciawigede, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, sepanjang 1 kilo meter lebih.

Bupati Bandung, dalam sambutannya menyatakan, TMMD imbangan merupakan suatu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan desa. “Supaya, pembangunan antara kota dan desa tidak jauh berbeda dalam pembangunan. Kota maju, desa juga harus maju dan mandiri,” ungkap Dadang M Naser, kemarin.

Lanjut dia, TNI setiap tahunnya selalu mengadakan TMMD, yang merupakan kerja nyata yang harus dicontoh setiap unsur guna meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.

“Program TMMD ini sangat akurat, uang sedikit namun bisa bermanfaat banyak, dan masyarakat pun menghibahkan lahannya untuk membuka jalan baru ini,” ungkapnya.

“Upaya TNI melakukan pendekatan dengan masyarakat akhirnya masyarakat menghibahkan tanahnya untuk jalan umum. Jalan ini, yang tadinya jalannya kecil, tidak bisa dipakai kendaraan apapun selain berjalan kaki, namun sekarang bisa dipakai kendaraan motor maupun mobil,” tambahnya.

Ia sangat berharap, ke depannya, akan dilakukan pembangunan yang lainnya ke sejumlah desa oleh TNI melalui program TMMD ini, yakni menembus jalan-jalan penghubung antar kecamatan, galian-galian drainase, dan rutilahu. “Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena transportasi tidak akan terhalang oleh jalan, dengan dibuka jalan-jalan yang terputus itu. TMMD memilih daerah-daerah yang berat dan terisolir,” katanya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR