SMK Pasundan 2 Makin Berkelas

PRAKTIK JARINGAN: Beberapa orang siswa SMK Pasundan 2 Cimahi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan saat melakukan praktik.

bandungekspres.co.id,CIMAHI – Ketua Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan, H Moch Idjudin, memberikan apresiasi terhadap sekolah Pasundan. Menurut dia, pendidiran sekolah itu merupakan perjuangan yang didirikan dan dibangun anggotanya dengan pengelolaan mandiri.

”Saya memberikan apresiasi tinggi terhadap kepala sekolah yang berinisiatif yang membangun dan membesarkan sekolah Pasundan, dari, oleh dan untuk anggota Pasundan dalam hal ini untuk ki Sunda,” kata Ketua YPDM Pasundan, H Moch Idjudin pada Soreang Ekspres di kantornya Jalan Sumatra Bandung, kemarin (29/11).

Sebut dia, dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan pihak sekolah, Pasundan kini terlihat lebih nyaman. Apalagi letaknya bersebelahan dengan lapang golf  brigif  Cibeber.  ”SMK Pasundan 2 Cimahi  membangun ruang sekolah baru pada lahan seluas 6000 m persegi. Sekolah ini tadinya nempel di sekolah lain dan sekarang membangun dan memiliki tempat belajar sendiri,” jelasnya.

Ruangan yang dibangun  terdiri dari ruang belajar, laboratorium, kolam renang dan lapangan futsal. Kini yang sudah dibangun 6 lokal ruang belajar.

Kepala SMK Pasundan 2 Cimahi, HM. Abdulrachman menyebutkan animo masyarakat untuk bersekolah di SMK Pasundan 2 Cimahi sangat tinggi. Selain dari informasi mulut ke mulut masyarakat, juga banyak di antara lulusan SMK Pasundan yang tamat sekolah langsung diserap lapangan pekerjaan.

”Lulusan kami, ada yang melanjutkan ke luar negeri. Ada yang jadi pragrammer, bekerja di TV lokal ataupun wiraswasta,” kata Maman Abdulrachman sambil menjelaskan bahwa di sekolahnya hampir seratus persen tidak bayar iuran.

Lebih lanjut Maman menjelaskan, pihaknya lebih menitik beratkan pada praktik lapangan. Sehingga, kata dia, ketika siswanya lulus akan memiliki keahlian, untuk bekerja atau wiraswasta peluangnya lebih terbuka. “Di samping itu juga kita bangun suasana kekeluargaan. Ini memungkinkan para guru dan karyawan memiliki tanggung jawab pada lembaganya,” jelasnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR