Gerbang Tol Didesain Ulang, Emil Bakal Atasi Kemacetan Pasteur

AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
BERIKAN KARTU: Petugas Jasa Marga memberikan kartu tol secara manual di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung Minggu (27/12). Pemberian kartu tol manual dilakukan guna mengantisipasi kemacetan

bandungekspres.co.id, SUMUR BANDUNG – Pemerintah Kota (pemkot) Bandung semakin serius mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Sebagai langkah konkrit, pemkot Bandung akan merombak Gerbang Tol Pasteur tahun depan.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, jalur keluar Gerbang Tol Pasteur yang semula hanya depalan akan ditambah menjadi sepuluh jalur. Sedangkan jalur masuk tol dialihkan ke Gerbang Tol Pasteur. ”Untuk gerbang tol Pasteur akan dirombak, yang dari Jakarta arah Pasteur jadi 10 jalur, yang sebelumnya delapan jalur. Sehingga mobil yang masuk harus lurus dulu sekitar 3 km, baru ambil tiket ke Jakarta,” ujar pria yang akrab disapa Emil di kantornya belum lama ini.

Selain itu, tambah Emil, pihaknya bersama kementerian Pekerjaan Uumum dan Perumahan Rakyat akan membangun jalan laying (fly over) dari Pasteur langsung ke Pasopati. Sehingga, mobil-mobil yang keluar dari tol Pasteur tidak harus melewati lampu merah di perempatan Pasteur-Jalan Suryasumantri. ”Dengan begini diharapkan bisa mengurai kemacetan di Pasteur,” ungkapnya.

Emil menyebut, dalam rencana BIUTR, akan banyak flyover baru yang akan dibangun di Kota Bandung. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung.

Menurut Emil, flyover di Pasteur ini menjadi yang pertama dibangun dalam rangkaian BIUTR. Flyover ini rencananya akan mulai dibangun pada 2017 mendatang

”Menurut Kementerian PU akan dibangun tahun 2017. Untuk pembangunan flyover ini tidak perlu pembebasan lahan, mengikuti jalur yang ada saja,” katanya.

Emil menambahkan, sebelum masuk Pasteur, rencananya akan dipasang papan informasi tentang kondisi jalan di kawasan Pasteur. ”Nanti, akan dipasang pengumuman juga, misalnya Pasteur mengular dua kilometer. Nah seperti itu. Supaya turis atau warga jangan selalu masuk ke Pasteur,” katanya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR