Emil Janji Lindungi Lansia

Permudah Layanan dan Beri Perlindungan Hukum

lansia-belajar-mengaji
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
BELAJAR MENGAJI : Sejumlah Lansia belajar mengaji di Masjid Raya Provinsi Jabar, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Rabu (10/8). Meskipun usia sudah lanjut, namun semangat untuk belajar yang dilakukan selama satu minggu tiga kali itu masih tinggi. Selain dilakukan dalam rangka ibadah juga untuk meningkatkan kemampuan membaca alquran dan mengisi waktu luang.

bandungekspres.co.id, BATUNUNGGAL – Menghargai para lanjut usia dalam keluarga maupun masyarakat, sebagai warga  mempunyai kebajikan yang dapat di teladani. Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah memicu timbulnya berbagai perubahan dalam masyarakat, dengan meningkatkan angka harapan hidup.

Perubahan komposisi penduduk lanjut usia menimbulkan berbagai kebutuhan baru yang harus dipenuhi, sehingga dapat pula menjadi permasalahan yang komplek bagi lanjut usia, baik sebagai individu, keluarga maupun masyarakat.

Guna memproteksi para lanjut usia, pemerintah Kota Bandung, berjanji memberikan pelayanan yang diperlukan melalui program pelayanan sosial lanjut usia yang terencana. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai rapat paripurna jawaban wali kota tentang Perubahan APBD 2016 kemarin (17/10).

Pria yang akrab disapa Emil tersebut menjelaskan, prinsip kesejahteraan sosial untuk para lanjut usia didasarkan pada hak dan kewajiban pemerintah memberikan pemenuhan pelayanan kepada masyarakat. ”Memberikan pelayanan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat lanjut usia,” tukas Emil, juga bagian dari  pelayanan yang didasarkan pada kebutuhan sesungguhnya para lansia itu.

Mengupayakan kehidupan para lanjut usia lebih bermakna, kata Emil, tidak diukur melalui status kaya miskin. Maka, langkah Pemkot Bandung itu dalam rangka pemenuhunan harapan lansia di luar tanggung jawab keluarga dan masyarakat.

Dalam menjamin terlaksananya pelayanan bagi para lanjut usia, terang Emil, harus disesuaikan dengan perkembangan tata kelola Dinas Penanggulangan Kemiskinan dan Sosial, yang kini Perdanya masih dalam tahap evaluasi Gubernur.

Sehingga, lanjut dia, memasyarakatkan informasi tentang aksesbilitas bagi para lanjut usia agar dapat memperoleh kemudahan pelayanan serta perlindungan sosial dan hukum.

”Memberikan kesempatan kepada lanjut usia sesuai dengan minat dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif dilingkungannya. Khususnya untuk menciptakan suasana kehidupan yang bersifat kekeluargaan,” pungkas Emil. (edy/fik)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR