Dirikan Pojok Rokok di Desa Padaasih

HENDRIK KAPARYADI/BANDUNG EKSPRES
INOVASI PENDUKUNG PERDA: Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat resmikan pojok rokok, kemarin (1/12). Hal ini sebagai langkah nyata dalam mendukung Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

bandungekspres.co.id, CISARUA – Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat resmikan pojok rokok, kemarin (1/12). Hal ini sebagai langkah nyata dalam mendukung Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).  Selain itu, pembangunan ini dalam rangka mengikuti lomba kesatuan gerak (Kesrak) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Jawa Barat.

Menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Bandung Barat Dodo Suhendar menyebutkan, inovasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung Peraturan Daerah (Perda) KTR yang akan segera diterapkan pada 2017, mendatang.

”Jadi, dibutuhkan tempat khusus untuk merokok yang diatur dalam sebuah Perda tentang KTR,” terang Dodo ketika menerima Tim Re-Checking Lomba Kesrak PKK Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Jawa Barat di Kantor Desa Padaasih, kemarin (1/12).

Kawasan Tanpa Rokok, lanjut dia, merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

“Perda ini sesuai amanat UU dan juga sebagai upaya perlindungan kepada masyarakat. Dalam perda tersebut nanti diatur juga zona yang memang tidak boleh untuk merokok dan zona yang diperbolehkan,” katanya.

Menurutnya, Bandung Barat ini, komitmen bersama sangat dibutuhkan dalam keberhasilan penerapan Kawasan Tanpa Rokok. Hadirnya Perda ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Melainkan, sampai ke seluruh elemen masyarakat.

”Udara yang sehat dan bersih menjadi hak bagi setiap orang. Oleh karena itu diperlukan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk mencegah dampak penggunaan rokok,” tuturnya.

Baik langsung maupun tidak langsung, guna terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Menurutnya, terobosan tersebut sebagai bagian dari proses dan progres pembangunan.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR