Ajak Anak Komunikasi, Tangkal Dampak Negatif Penggunaan Gadget

HENDRIK KAPARYADI/BANDUNG EKSPRES
ARAHKAN MASA DEPAN: Bupati Bandung Barat H. Abubakar didampingi Bunda PAUD Kabupaten Bandung Barat, Elin S Abubakar secara simbolis memberikan mainan tradisional sebagai cara edukatif kepada anak pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2016 Tingkat Kabupaten Bandung Barat di Kota Baru Parahyangan Padalarang kemarin (30/11).

bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Pesatnya perkembangan zaman dan teknologi berdampak luas pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Seiring dengan hal tersebut, derasnya arus informasi serta media sosial yang semakin masif juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak dalam keluarga.

”Tidak bisa dipungkiri, pengaruh teknologi dan media sosial berdampak cukup besar pada kehidupan keluarga. Keberadaan gadget di lingkungan keluarga juga menyebabkan anak semakin asik dengan kesendiriannya dan menghiraukan lingkungan sosialnya,” kata Bupati Bandung Barat, Abubakar pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2016 Tingkat Kabupaten Bandung Barat di Kota Baru Parahyangan Padalarang kemarin (30/11).

Untuk menghadapi permasalahan tersebut, kata Abubakar, dibutuhkan pengertian orangtua dalam mendidik anak-anaknya melalui komunikasi yang lebih intens. Sehingga mereka tidak mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya tanpa harus tertinggal derasnya arus teknologi informasi.

Dorongan asupan teknologi informasi yang tidak bisa dihindari ini juga, jangan sampai mengganggu tumbuh kembang anak pada kehidupan sehari-hari. ”Biarkan mereka berekspresi dan beraksi sesuai dengan usianya. Biarkan mereka tampil percaya diri dengan tetap memegang etika serta adat ke timuran. Dan tugas utama orang tua, pendidik serta masyarakat adalah untuk mengarahkan mereka agar tidak keluar dari norma-norma yang berlaku yang akan menyebabkan mereka menjadi salah kaprah,” tuturnya.

Bunda PAUD Kabupaten Bandung Barat, Elin S Abubakar mengingatkan para orangtua agar selalu awasi anak-anaknya dalam belajar dan bermain dengan curahan kasih sayang yang cukup agar mereka betah bermain dan berada di rumah.

”Perhatikan juga hak anak untuk bermain dan belajar. Karena bagi anak-anak, rumah merupakan tempat yang menjadi pondasi untuk mengarungi kehidupan. Dan bagi anak-anak, rumah bukan sekedar tempat makan dan tidur semata, tetapi sebagai tempat untuk berekspresi serta mendapatkan perhatian dan curahan kasih sayang yang penuh dari orang-orang yang disayanginya,” terang Elin.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR